Sekdes dan Warga Desa T’eba Utara, TTU ‘Serbu’ Kantor Desa

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO — Perangkat lama desa persiapan T’eba Utara, Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), bersama warga mendatangi kantor Desa menuntut upah kerja, Senin (21/9/2020).

Seluruh perangkat lama  bersama warga mendatangi kantor desa dipimpin mantan Sekretaris Desa persiapan, Aloysius Aluman, menuntut hak kerja mereka.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, insentif mereka diberikan kepada perangkat baru yang menggantikan mereka perangkat lama.

Mantan Sekretaris Desa, Aloysius Aluman, kepada wartawan, Senin (21/9/2020), menuturkan bahwa mereka sebagai perangkat lama diberhentikan juga tanpa surat keterangan (SK) pemberhentian dari Penjabat Kepala Desa, Biatus Usatnesi.

Aluman bersama para perangkat lama dan masyarakat mempertanyakan hak insentif 10 persen dari desa induk, yakni Desa T’eba Timur, yang sudah diberikan kepada para perangkat baru.

Padahal mereka masih mempunyai hak atas insentif itu. Pasalnya, mereka masih mengantongi SK sebagai perangkat aktif dan kerja selama ini.

“Kedatangan kami ini berkaitan dengan desa persiapan yang baru-baru ini dananya 10 persen dari desa induk (T’eba Timur) diberikan kepada desa persiapan. Mereka bagi sendiri, tidak libatkan pejabat-pejabat yang lain dalam hal ini RT, RW, BPD, dan sekdes. Mereka tuntut mereka punya hak,” tutur Aluman.

Aluman mengatakan, hak mereka saat itu sudah disepakati dan dirancang. Setiap perangkat berhak mendapatkan insentif.

“Sesuai penyusunan waktu itu kami rancang itu kepala desa stu juta, sekretaris enam ratus ribu rupiah,” beber Aluman.

Ditanya sudah ada perangkat baru, dirinya juga mempertanyakan kebijakan penjabat kepala desa. Pasalnya dirinya bersama perangkat lain tidak mendapatkan SK pemberhentian dan sudah ada perangkat baru yang menggantikan posisi mereka.

Secara terpisah, Penjabat Kepala Desa persiapan, Biatus Usatnesi, saat ditemui wartawan di kantor desa membenarkan kedatangan Aloysius bersama perangkat dan warga  menanyakan insentif atau upah kerja mereka selama ini.

Namun Biatus menjelaskan bahwa dirinya baru dilantik 7 Agustus menjadi penjabat dan dana yang di apat pemerintah desa persiapan itu adalah dana untuk operasional penjabat dan ATK untuk persiapan menjadi desa definitif.

“Kedatangan mereka menuntuk hak mereka waktu itu yang mereka jabat sebelum berhenti,” kata Biatus.

“Terkait aparat-aparat itu sudah ditunjuk oleh kepala desa induk. Jadi saya ikut alur itu, tidak mungkin saya ambil kebijakan sendiri. Jadi tadi yang beribut-beribut itu saya tidak bisa ambil kebijakan sendiri, saya masih tunggu kepala desa induk (Silivester Afoan) sehingga kami duduk sama-sama untuk klirkan,” jelas Biatus.

Terkait insentif kepada perangkat lama, Biatus mengatakan itu urusan desa induk karena mereka yang memegang SK lama.

“Insentif perangkat lama saya tekankan bahwa itu urusan desa induk  karena mereka pegang SK lama,” tegas Biatus. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *