Guru Ini Apes, Dipukul di Rumahnya Sendiri, Istri dan Anak Histeris

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Naas dialami Vincensius Ader. Guru negeri  di SMP Negeri 6 di Lembor, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat ini dipukul hingga mengalami luka memar di kepala, Senin (9/11/2020) siang.

Guru ini dianiaya di rumah kediamannya oleh orang tua murid bernama Darius Dan (45), warga Daleng, Desa Daleng, Kecamatan Lembor.

Bacaan Lainnya

“Kejadian ini bermula saat Vinsen memberikan tindakan pembinaan disiplin terhadap siswa yang rambutnya panjang. Adapun bentuk pembinaan tersebut, memangkas rambut sejumlah siswa laki-laki yang rambutnya panjang karena melanggar aturan sekolah,” tutur NA, keluarga korban.

Ia mengatakan, tindakan memotong rambut tersebut merupakan tindakan pembinaan terhadap anak murid agar rambut mereka rapi dan tertib.

Namun, aksi Vinsen menggunting rambut siswa tidak diterima oleh orangtua murid Darius Dan.

Alhasil, Senin siang sekitar pukul 13.15 Wita, Darius yang merupakan orang tua murid tersebut mendatangi rumah korban dan melakukan tindakan pemukulan di kepala korban hingga luka memar.

Istri dan anak korban menangis histeris atas apa yang terjadi. “Saya selaku keluarga korban mengecam tindakan pelaku. Apalagi tindakan pemukulan tersebut terjadi di rumah korban dan disaksikan oleh istri, anak-anak dan teman guru korban,” lanjut NA.

Atas tindakan pelaku, korban bersama keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor.

“Kami mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus pemukulan yang menimpa anggota keluarga kami,” pinta NA.

Menurutnya, pelaku sendiri sudah meresahkan warga Daleng, karena sering melakukan tindakan kekerasan terhadap warga lainnya.

Secara terpisah, Selasa (10/11/2020), media menghubungi pihak Polsek Lembor melalui telepon seluler. Kapolsek Lembor, Iptu Yoga Darma Susanto,S.Tr.K membenarkan kejadian pemukulan tersebut.

“Pemukulan tersebut benar terjadi dan TKP-nya di rumah seorang guru di Daleng. Laporan korban kita sudah terima dan kita akan lakukan proses penyelidikan seperti pemeriksaan saksi dan pelaku,” kata Yoga. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Pelaku harus dihukum seberatnya karena tindakannya sangat menghina harkat dan martabat Guru sebagai Pendidik yang mencerdaskan anak-anak kita. Apalagi pemukulan dilakukan dihadapan istri dan anak korban. Saya mengharapkan PGRI Wilayah NTT selaku induk Organisasi Guru harus bertindak juga untuk memberikan perlindungan Hukum bagi korban yang ada.