Fotonya Viral, Ini Klarifikasi Ketua Laskar 88 Satarmese

  • Whatsapp

RUTENG KABARNTT.CO – Beberapa waktu terakhir, foto Yohanes Mario Nombo, Ketua Laskar 88 Satarmese, Manggarai viral di media sosial sejak kejadian beberapa waktu yang lalu di Desa Satar Loung, Kecamatan Satarmese, Manggarai.

Foto itu menuai komentar yang beragam dari netizen. Mulai dari komentar yang memberikannya semangat sampai komentar yang menyudutkannya.

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan, komentar miring dari beberapa pengguna media sosial karema tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut dan hanya mendengar informasi sepihak.

Bahkan ada sekelompok orang yang menuduh Rino, sapaan Yohanes Mario Nombo, sebagai dalang keributan dan menghadang kampanye pasangan Deno Kamelus dan Victor Madur (Deno-Madur) di Desa Satar Loung.

Menanggapi itu, Rino memberikan klarifikasi tentang foto yang beredar luas di jagat media sosial dan menimbulkan banyak persepsi yang berbeda-beda itu, Senin (9/11/2020).

Rino mengaku benar itu merupakan fotonya yang sedang dirangkul pihak kepolisian.  Sebelumnya ia mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah memfitnah dan menuduhnya selama ini, bahkan menyebut ia sebagai dalang keributan dan menghadang kegiatan paket DM di Desa Satar Loung, Kecamatan Satarmese beberapa waktu lalu.

Namun, menurut Rino, fotonya bersama pihak kepolisian yang  beredar di media sosial itu adalah proses pemindahan dari mobil para pengeroyok ke mobil jemputan dari Polres Manggarai, tepatnya di Kampung Golo Cala, Desa Umung.

Karema sebelumnya ia mengaku dipukul, dikeroyok dan ditangkap oleh rombongan salah satu paslon yang ikut berkampanye di Desa Satar Loung, bukan ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Sekali lagi saya tegaskan, pihak kepolisian sedang melindungi saya dari serangan sekelompok orang. Karena saya memang sebagai korban penganiayaan dan pengeroyokan” katanya kepada NewsReport, Minggu 8 November 2020.

Rino juga mengungkapkan, kejadian yang dialaminya sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan sementara diproses. Dia berharap agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik dan adil.

“Malam itu saya masih berpikir cerdas sehingga putuskan untuk tidak melawan. Karena saya tahu bahwa perjuangan kami tidak sampai di situ saja. Sehingga saya pasrah ketika dipukul, dicaci maki sembari berharap keadilan akan datang,” ujarnya.

Saat kejadian, ia mengaku sempat dibawa ke Bupati Manggarai, Deno Kamelus, dan sempat meminta perlindungan. “Pak bupati, saya dipukul, saya dianiaya oleh orang-orang ini,” katanya mengulangi kata-katanya di hadapan Bupati Deno Kamelus.

Rino mengaku kecewa karena tidak mendapat perlindungan dari Deno Kamelus sebagai Bupati Manggarai yang sedang menjalani masa cuti Pilkada.

Rino  juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Manggarai untuk tidak mudah percaya terhadap tuduhan sepihak yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Menurutnya, Laskar 88 adalah gerakan baru dalam konstelasi politik Manggarai yang hadir untuk mendorong semangat perubahan di kalangan anak muda dengan tetap mengedepankan demokrasi yang sehat, santun dan beretika.

Rino juga menegaskan, Laskar 88 tak pernah gentar dan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan semangat perubahan dan akan maju terus sampai titik darah penghabisan.  (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *