Bom Sisa Perang Dunia II Diledakkan di Ende

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Satuan Tim Jihandak Bom Polda NTT, Senin (7/9/2020), meledakkan dan memusnahkan bahan peledak yang diduga merupakan  sisa dari Perang Dunia II.

Pemusnahan dilakukan di bagian timur Pantai Nanganesa, Kecamatan Ndona dalam pengawalan bersama Brimol Kompi  B Ende.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disaksikan kabarntt.co, puluhan personil dari Brimob dan Polres Ende menjaga ketat proses pemusnahan.  Kendaraan dan orang yang melintas di jalur jalan tersebut dihentikan sementara hingga selesai pemusnahan  yang dilaksanakan pada pukul 10.00 Wita.

Aipda Beny Kia, yang memimpin Tim Jenjinak Bom Satuan Brimob Polda NTT yang melakukan pendisposalan atau mencerai-beraikan beberapa bahan peledak mengatakan, pihaknya diminta oleh Brimob Kompi B Ende untuk melakukan pemusnahan.

Menurutnya, mengingat tidak ada lagi gudang penyimpanan yang aman di Brimob Ende, maka pihaknya diminta untuk memusnahkan. Selain itu, katanya, pemusnahan itu juga untuk memberikan rasa aman bagi penghuni Satuan Brimob Kompi B Ende.

“Kami diminta untuk memusnahkan bahan peledak sisa Perang Dunia Kedua.Ini untuk memberikan rasa aman bagi anggota di Brimob Ende, apalagi tidak ada gudang penyimpanan khusus untuk itu,” kata Beny.

Bahan peledak yang dimusnahkan, kata Beny, berupa mortir dan granat.

Beny berharap agar masyarakat yang menemukan benda yang  mencurigakan  dan secara kasat mata berkarat segera melaporkan ke pihak kepolisian untuk segera diamankan.

“Jangan mengutak-atiknya.  Ini sangat berbahaya. Karena itu jika ditemukan hal seperti itu segera laporkan untuk  diamankan,” pinta Beny.

Sementara itu Danki Brimob Kompi B Ende, Lettu Antonio Cortereal, mengatakan, granat dan mortir yang dimusnahkan itu ditemukan di tiga tempat yang berbeda   Salah satunya ditemukan di Riung, Keabupaten Ngada tahun 2019  lalu.

“Kita ditelepon oleh Polres Ngada ada bahan peledak yang ditemukan warga di Kecamatan Riung,” ujar Antonio.

Dia menyebutkan, bahan peledak berupa mortir yang ditemukan itu sudah sempat dibersihkan warga.  “Sudah berkarat. Beruntung tidak meledak,” katanya.

Sementara dua granat lainnya, kata Antonio, ditemukan di Ndona dan di area Sat Brimob Ende.

Antonio mengaku, karena tidak ada gudang penyimpanan bahan peledak, maka pihaknya berkoordinasi dengan satuan di atasnya untuk memusnahkan bahan peledak yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II itu. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *