Bandar Bola Guling di Ende Dibekuk Polisi

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—-Empat warga yang menggelar judi bola guling di Ende, diamankan Polres Ende. Mereka dibekuk polisi di Jalan Flores, Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona, Ende, Jumat (23/10/2020) pekan lalu.

Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, melalui Kasat Reskrim, AKP Lourensius, saat menggelar press release di Mapolres Ende, Rabu (28/10/2020) kepada sejumlah awak media mengatakan, penangkapan empat orang tersebut saat mereka menggelar judi di rumah salah seorang warga yakni MI .

“Kita tangkap mereka saat mereka menggelar judi bola guling di rumah MI di Nanganesa,” ujar Albertus.

Dia menyebutkan, keempatnya adalah bandar bola gtuling dan konjak atau pembantu bandar.

Albertus mengurai kronologi kejadian penangkapan.Disebutkan atas dasar laporan warga masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas judi bola guling, pihaknya lalu melakukan under cover dan melakukan penggrebekan.

“Masyarakat merasa resah lalu melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Kami lakukan konsolidasi, under cover lalu melakukan penggerebekan” ujar dia.

Sekitar pukul 23.00 Wita tim Reskrim bergerak ke lokasi dan menemukan kelompok masyarakat tengah bermain judi bola guling. Polisi akhirnya berhasil mengamankan bandar bola guling dan konjaknya atau pembantu bandar.

“Kita amankan empat orang yakni bandar dan konjak lalu kita bawa ke Polres Ende untuk diminta pertanggungjaaban. Dan kini mereka sudah ditahan,” ujarnya.

Dua menyebutkan keempat orang tersebut masing-masing NAT warga asal Manggarai sebagai Bandar Bola Guling, AFA pembantu bandar bola guling asal Kabupaten Manggarai,ESJP pembantu bandar bola guling atau konjak adalah warga Reo, Kkabupaten Manggarai dan TP juga pembantu bandar bola guling yang berasal dari Kabupaten Lembata. Semuanya berdomisili di Ende.

Lanjut Kasat Reskrim, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu meja Bola Guling yang bertuliskan lambang dan warna, dua buah papan triplek yang bertuliskan angka- angka dari 1 sampai 12, satu bola karet warna oranye putih serta uang tunai sebesar Rp. 575 ribu.

“Untuk uang sendiri dimana pecahan Rp 20 ribu sebanyak 9 lembar ,pecahan Rp 10 ribu sebanyak 21 lembar dan pecahan Rp 5 ribu sebanyak 37 lembar ” kata Kasat Reskrim. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *