GARAP Kupang Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

KUPANG KABARNTT.CO—- Gerakan Anti Premanisme (GARAP) Kota Kupang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTT, Rabu  (4/5//2022).  Aksi itu menolak pemukulan wartawan Fabi Latuan di depan PT Flobamor pekan  lalu,

Koordinator Umum Aksi, Hendi Making, mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mendesak Polda NTT membantu menyelesaikan kasus pemukulan wartawan Fabi Latuan.

Bacaan Lainnya

“Kami mendesak Polda  agar kasus ini menjadi pintu masuk agar kasus-kasus premanisme tidak terjadi lagi di NTT,” kata Hendi.

Sementara Jeff Meo, kordinator lapangan dalam orasinya mengatakan, aksi kali ini merupakan aksi solidaritas kemanusiaan dan minimal kasus yang dialami Fabi Latuan ini bisa segera diusut tuntas oleh pihak berwenang.

“Kasus ini harus segera diselesaikan. Hari ini kami atas nama solidaritas kemanusiaan untuk bersama mendukung Polda segera membasmi watak-watak premanisne yang ada di NTT,” kata Meo.

Beberapa perwakilan massa aksi sempat bertemu dengan Kabidhumas Polda NTT AKBP Ariasandy, S.I.K. Ariasandy  mengaku akan mendukung upaya penyelesaian kasus tersebut dan mendukung pemberantasan perilaku premanisme di NTT.

“Saya sangat antusias dan sangat mendukung kalian untuk menuntaskan kasus ini. Mari bersama membantu pihak kepolisian untuk bersama memberantas perilaku-perilaku premanisme di NTT,” kata Ariasandy.

Sementara itu perwakilan GARAP NTT, Hendra Langoday, menerangkan, pihak Polda NTT harus segera menelusuri siapa aktor intelektual di balik kasus pengeroyokan dan percobaan pembunuhan tersebut sebab sudah sangat jelas renteran persoalannya,dan juga banyak kejanggalan yang terjadi pada rentetan persoalan tersebut.

Hendra menduga ada indikasi perencanaan pengeroyokan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan kepada Fabi Latuan. Sebab, banyak kejanggalan yang ditemukan di dalam rentetan persolan tersebut.

GARAP NTT mengajukan beberapa tuntutan seperti di bawah ini:

  1. Mendesak Polda NTT untuk segera memberantas perilaku-perilaku premanisme yang sudah tumbuh subur di NTT.
  2. Mendesak pihak Polda untuk mengungkap adanya indikasi aktor intelektual di balik kasus pengeroyokan dan percobaan pembunuhan terhadap wartawan FPL.
  3. Mendesak Polda NTT segera menangkap pelaku pengeroyokan dan percobaan pembunuhan terhadap wartawan Fabi Latuan.
  4. Mendesak Polda NTT untuk mengambil alih kasus tersebut jika pihak Polresta Kupang Kota lamban menyelesaikan kasus tersebut.
  5. Mendukung Polda NTT untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap wartawan FPL. (np)

 

Pos terkait