Warga Kelurahan Benpasi, TTU Keluhkan Sampah Kiriman

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO—Sejumlah warga  Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah di pinggir jalan dan pemukiman warga  RT/RW: 024/004.

Tumpukan sampah itu terhampar di tepi jalan dan pemukiman warga akibat drainase di wilayah tersebut yang tidak efektif sehingga saat musim hujan, aliran air membawa sampah kiriman menuju pemukiman warga.

Bacaan Lainnya

Tumpukan sampah tersebut merupakan kiriman dari warga yang berada di sekitar wilayah Pasar Baru yang membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang ada yang berupa karung, kantung plastik ada juga yang bercecer. Aneka sampah organik dan anorganik itu bercampur dan sulit dipilah.

Benediktus Seran, warga RT/RW: 024/004, kepada media, Jumat (15/1/2021), mengatakan, penumpukan sampah ini disebabkan pembuatan deker yang menutupi saluran air yang ada wilayah tersebut sehingga aliran air di saluran terhalang.

“Saluran yang ada di pasar situ seharusnya dialirkan lewat saluran bagian depan, tetapi karena pemerintah buat deker potong jalan air itu dan dialihkan ke sini. Itulah sebabnya kami menderita di sini,” tutur Seran.

Seran menambahkan, telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah, dalam hal ini pihak Kelurahan Benpasi. Aparat pemerintah pernah meninjau lokasi tersebut, namun sampai sekarang belum ada penanganan yang serius.

“Mereka sudah datang lihat ulang-ulang, dan kami juga sudah usul ulang-ulang tetapi tidak pernah ditanggapi sampai saat ini,” kata Seran.

Lurah Benpasi, Yosef Bani, S.Sos, saat di temui diruang kerjanya mengakui bahwa sampah kiriman yang menumpuk di RT/RW: 024/004 tersebut berasal dari kompleks Pasar Baru.

“Ini karena penghuni kompleks Pasar Baru yang masih membuang sampah sembarangan dan belum punya kesadaran sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya,” kata Yosef.

Yosef menambahkan, “Telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah dalam hal ini Badan lingkungan Hidup, namun sampai saat belum ada realisasinya.”

Sementara itu, terkait dengan penumpukan sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yonas Tameon, mengungkapkan bahwa penumpukan yang terjadi di RT/RW: 024/004 tersebut merupakan tanggung jawab dari  pihak RT sampai pihak kelurahan di wilayah tersebut.

“Ada pembagian peta pelanggan, pelanggan yang kita siapkan tempat sampah dan bak sampah di rumah itu sudah ada dan jalurnya sudah jelas. Kan ada pembagian, mana yang porsinya RT, kelurahan dan mana yang tanggung jawabnya dinas,” jelas Yonas.

“Kita telah meminta para lurah untuk berpartisipasi dan bekerja sama dalam penanganan sampah di musim penghujan ini sehingga masalah sampah yang terjadi saat ini bisa teratasi,” kata Yonas. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *