Vaksinasi Baru 2,5 Persen, DPRD Sumba Timur Segera Agendakan RDP dengan Pemerintah

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Timur mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur  untuk memastikan pengendalian pemutusan Covid-19 serta vaksinasi yang persentasenya baru 2,5 persen.

Vaksinasi yang baru 2,5 persen di Sumba Timur menjadi pertanyaan semua pihak, apakah karena ketersediaan atau distribusi serta pelaksanaannya yang  terhambat, atau karena penerimaan vaksinasi di masyarakat yang juga menjadi pemicu terlambatnya vaksinasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena itu, DPD Golkar Sumba Timur, memandang RPD sangat diperlukan guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi serta penanganan penularan Covid-19 di Sumba Timur.

Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda, dihubungi lewat telepon genggam, Selasa (18/5/2021), mengatakan saat ini Pemerintah Sumba Timur mengeluarkan surat edaran ke-8 terkait penanganan Covid-19.

Ayub memandang ini sebagai konsistensi dan tanggung jawab pemerintah dalam menangani penambahan kasus yang cukup meningkat pasca badai seroja.

“Sebagai DPRD Sumba Timur kami tetap memberikan apresiasi kepada pemerintah yang dengan konsistensi melakukan penanganan Covid-19 secara masif di masyarakat. Sampai sekarang pos-pos Covid-19 di setiap RT/RW sudah terbentuk dan masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak lagi secara bebas berinteraksi dengan orang lain, namun dibatasi sesuai dengan arahan satgas,”  urai Ayub.

Ayub menegaskan perlu menggelar RDP dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan juga Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menelusuri permasalahan pelaksanaan vaksin yang baru mencapai 2,5 persen.

“Ya, kami akan segera agendakan RDP dengan pemerintah yakni Dinas Kesehatan dan juga Tim Satgas agar mengetahui secara jelas di mana yang menjadi masalah dalam pelaksanaan vaksin di Sumba Timur. Apakah pada ketersediaan dosis vaksin di provinsi atau masalah distribusi ataukah pelaksanaannya di tengah masyarakat. Sehingga kami sebagai anggota DPRD bisa mendorong jika kita mengetahui di mana masalahnya,” imbuh ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Untuk diketahui kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sudah menembus angka 1.363 kasus dengan akumulasi pasien dirawat 171 kasus, pasien sembuh 1.150 kasus dan kasus kematian mencapai 42 kasus dan sudah tersebar di 12 kecamatan di Sumba Timur. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *