Turunkan Kasus Stunting, Kades di Malaka Siap Amankan Perbup

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Sejauh ini persentase stunting di Kabupaten Malaka masih terbilang tinggi, yakni 21,6 persen. Untuk menurunkan angka stunting ini, Dinas Kesehatan Malaka dan BP4D  berkolaborasi menggelar rembuk stunting.

Rembuk stunting ini menghadirkan para kepala desa dan tenaga kesehatan untuk memperkuat komitmen mengamankan Peraturan Bupati Malaka Tentang Penanganan Stunting.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D)   Malaka, Remigius Asa, S.H, menyampaikan hal ini kepada media di Betun, Selasa (12/10/2021).

Dalam target Pemkab Malaka, kata Remi, persoalan stunting ditekan seminimal mungkin pada tahun 2024 sesuai harapan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Remi menagatakan, tahun 2020 telah dikeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Stunting.

Perbup ini  dipakai untuk memayungi dengan menyesuaikan ketentuan aturan yang lebih tinggi agar kegiatan di lapangan tidak meyimpang.

Perbup ini mengatur masing-masing peran baik pemkab,  kecamatan,  desa, LSM, para  kader   menyangkut  di mana dan kapan pelaksanaan kegiatan sehingga target menurunkan stunting bisa dicapai.

“Saya tekankan bahwa dalam melaksanakan kegiatan ini jangan ego sektoral. Jangan seperti rel kereta api lurus tapi tidak bisa ketemu. Harus sinerjis sehingga sosialisasi terus dilakukan agar tidak tersandung atau terantuk pada persoalan merugikan daerah,” tegas Remi.

Remi mengakui sejauh ini persentase stunting di Malaka masih tinggi, yakni pada posisi  21,6 persen, meski angka ini  sudah turun dari 2020 yang tercatat 24,00 persen.

Remi yakin target penurunan stunting di Malaka bisa tercapai berkat kerja sama dan kerja keras semua elemen.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH melalui Asisten II Setda Malaka, Silfester Letto, meminta seluruh kepala desa agar memanfaatkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang memberi dampak pada pengurangan potensi stunting atau kekurangan gizi.

Letto  yakin dengan dukungan dana desa membangun infrastruktur seperti sarana air bersih,  MCK , PAUD, Polindes, Posyandu, drainase dan lainnya bisa membantu menekan stunting ini. (yos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *