Tidak Diperhatikan Pemerintah, Warga 3 Desa Banain Perbaiki Jalan

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO— Prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah, warga  Desa Banain A,  Banain B dan Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang terletak di perbatasan Indonesia-Timor Leste  secara swadaya bergotong-royong memperbaiki akses jalan raya di wilayah tiga desa dengan cara rabat beton, Sabtu (4/9/2021).

Hal ini dilakukan karena kondisi jalan tersebut sudah rusak dan kerap licin saat musim hujan tiba. Tentunya hal itu membuat masyarakat yang melintas tidak nyaman.

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan, orang tua, anak muda, perempuan hingga anak-anak antusias memperbaiki jalan yang rusak.

Lantaran terabaikan sejak lama oleh pihak pemerintah, warga tiga desa tersebut akhirnya melakukan aksi swadaya untuk mendatangkan bahan berupa semen, pasir, kerikil, dan air untuk memperbaiki akses jalan.

Perbaikan jalan dengan menggunakan campuran semen tersebut berawal dari kesepakatan bersama pemilik kendaraan roda empat dan roda dua dari ketiga desa yang ada di Banain.

Terkait hal ini, ada juga pihak lain yang turut prihatin hingga mendukung kegiatan gotong royong tersebut. Warga mendapat sokongan dana dari beberapa orang Banain yang sementara  berada di luar daerah (Atambua-Red), dan ada beberapa pihak dari desa tetangga Napan dalam pengadaan bahan.

Kepada wartawan, Antonius Kolo, salah satu tokoh masyarakat Banain  menyampaikan, kerja jalan ini merupakan niat baik yang masyarakat melakukannya karena kondisi akses jalan yang sangat memprihatinkan.

“Karena melihat dari kondisi badan jalan yang sudah sangat parah, dan kendala transportasi masyarakat yang keluar untuk menuju ke kota kabupaten yang sangat sulit, maka saya selaku tokoh masyarakat merasakan bahwa kalau ini kita tidak perhatikan karena dari dulu sampai sekarang sangat parah dan tidak ada perubahan,” ungkap Anonius.

“Dari situ kami mengambil inisiatif dengan mengumpulkan semua tokoh yang ada dan kemudian kami sepakat bahwa kalau jalan ini kita tidak ambil alih untuk perbaiki dan berharap saja nanti ada bantuan dari APBN atau APBD tetapi nanti jangka waktunya lama,” ucap Antonius.

Antonius menambahkan, dana awal kerja rabat beton tersebut dari semua pemilik kendaraan yang ada di Banain.

“Dari swadaya untuk semua pemilik kendaraan yang ada di Banain seluruhnya tidak ditarget. Tergantung dari kemampuan masing-masing dan untuk tenaga pekerja itu dari masyarakat,” jelas Antonius.

Dikatakan Antonius, kegiatan ini kami sudah dilakukan dua kali. “Pertama, kami lakukan pada minggu lalu, namun kondisi jalannya tidak terlalu rusak, sehingga kami sertu saja lalu siram dan hasilnya baik. Kedua, hari ini karena kondisinya parah maka kami lakukan rabat beton berkat swadaya kami sendiri,”  kata Antonius.

Sementara itu, Paskalis Kefi, Ketua BPD Desa Banain C mengungkapkan ketidakjelasan status jalan tersebut.

“Kami dari BPD sangat mendukung kalau Pemerintah Desa Banain A, Banain B, dan Banain C menggunakan dana desa untuk perbaiki jalan ini karena sudah 70-an tahun pemerintah daerah tidak tahu Banain bahwa jalan Banain ini masuk wilayah mana dalam hal ini jalan kabupaten atau jalan provinsi karena sampai saat ini pemda tidak tahu,” ungkap Paskalis.

Dikatakan Paskalis, ini inisiatif dari anak-anak muda. “Ini bukan dana dari masyarakat  Banain sendiri tapi ini termasuk dari Napan, Sainoni, Kefa bahkan Atambua.  Mereka sangat prihatin dengan jalan ini, sehingga mereka ada yang menyumbang semen, ada yang dalam bentuk uang sehingga semua terlaksana. Ini kita swadaya murni dari masyarakat kecil,” ucap Paskalis. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *