Tambah Satu Lagi, Sudah 14 Pasien Covid-19 di Manggarai Meninggal Dunia

  • Whatsapp

RUTENG KABARNTT.CO— Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Dengan korban terakhir ini,  saat ini sudah 14 orang pasien yang meninggal dunia.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai, Ludovikus D. Moa, dalam rilis pers diterima media, Jumat (12/3/2021) pagi.

Bacaan Lainnya

“Hingga Maret ini, tercatat angka kematian Covid-19 di RSUD dr. Ben Mboi bertambah menjadi 14 kasus akibat Covid-19,” ungkap Lody Moa,  nama panggilan Ludovikus D. Moa .

Hal itu disampaikannya, karena pada, Jumat (12/03/2021), satu pasien Covid-19 asal Desa Golo, Kecamatan Cibal dengan inisial TO (60), jenis kelamin laki-laki, meninggal dunia di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

Adapun kronologi kematian pasien tersebut, ungkap Lody Moa, almarhum T.O, mengidap penyakit bawaan (komorbid hipertensi, batuk dan sesak napas).

Sementara, hasil pemeriksaan TCM/PCR pada Senin, 8 Maret 2021, pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sempat dirawat di ruang isolasi RS dr Ben Mboi selama lima hari.

“Namun nyawa almarhum tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, proses pemakaman almarhum dilaksanakan sesuai protokol Covid-19 di tempat pemakaman keluarga di Desa Golo, Kecamatan Cibal,” kata Lody Moa.

Mewakili Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum dan berharap arwahnya diterima di sisi Tuhan.

Kepada anggota keluarga pun demikian, agar seluruh keluarga yang berduka diberikan kekuatan dan ketabahan.

Sementara itu, untuk update pasien Covid-19 di Manggarai, sebut Lody Moa, hingga Jumat (12/3/2021), jumlah warga Manggarai yang terinfeksi Covid-19 berjumlah 1.672 orang.

“Total sembuh sebanyak 1.359 orang.  Pasien yang sedang mendapatkan perawatan dan isolasi sebanyak 300 orang,” bebernya.

Kepada seluruh masyarakat, Lody mengimbau agar taat dan wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dalam menjalankan aktivitas keseharian. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *