Sekda Hadiri Launching BPM CFW Program KotaKu di Tode Kisar

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, mewakili Walikota Kupang meluncurkan pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah kepada Masyarakat (BPM) Cash for Work (CFW) Program Kotaku Provinsi NTT Tahun Anggaran 2021.

Launching berlangsung di lapangan Kantor Lurah Tode Kisar, Sabtu (8/5/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai  Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain, para Ketua Pokja PKP Tingkat Provinsi dan Kota, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I dan II NTT, Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah I dan II NTT, Team Leader OSP 5 NTT, Koordinator Kota Wilayah I Program Kotaku NTT, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat di Kelurahan Tode Kisar, Camat Kota Lama, Camat Oebobo, Plt. Camat Kelapa Lima, perwakilan Camat Maulafa dan Lurah Tode Kisar selaku tuan rumah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan Walikota Kupang yang dibacakan Sekda, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Cipta Karya, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT yang telah merancang kegiatan BPM Cash For Works (CWF) ini.

Selain membantu peningkatan kualitas permukiman warga untuk meminimalisir kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang, program tersebut menjadi salah satu instrumen bantuan kepada masyarakat untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi akibat dampak Covid-19.

Dia berharap dengan memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat terdampak Covid-19, yang mengalami putus hubungan kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan, program ini  dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi  Covid-19.

Program ini, kata Walikota Kupang, juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat terdampak Covid-19, serta terpeliharanya aset infrastruktur melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun program kotaku, maupun program IBM lain melalui swakelola masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang menyambut baik program ini dan siap memberikan dukungan.  Secara khusus Lurah Tode Kisar sebagai penanggung jawab wilayah tempat program ini terlaksana diminta untuk memberikan dukungan penuh.

“Lurah harus bisa memfasilitasi warganya dan jika ada kendala segera lakukan koordinasi baik ke camat maupun jenjang yang lebih tinggi agar program ini bisa berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” tegas Walikota Kupang.

Kepala Balai  Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si, pada kesempatan yang sama memaparkan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 177/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Lokasi dan Sebaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2021.

Untuk Provinsi NTT, kegiatan BPM CFW dialokasikan pada 45 kelurahan yang tersebar di 6 kota/kabupaten (Kota Kupang, Kabupaten  TTS, Sumba Barat, Manggarai, Sikka dan Ngada) dengan dana per kelurahan Rp 300 juta. Sedangkan  kegiatan BPM reguler dialokasikan di 2 kelurahan pada Kota Kupang dan Kabupaten Sikka dengan dana Rp 1 miliar/ kelurahan, sehingga total dana IBM KotaKu tahun 2021 di 47 lokasi Provinsi NTT sebesar Rp 15,5 milyar.

Ditambahkan Herman, sampai dengan saat ini telah dicairkan dana tahap I (70%) BPM CFW ke 45 BKM di 6 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Sesuai kelengkapan persyaratan pemanfaatan dana telah direkomendasikan oleh masing-masing PPK wilayah I dan II di 24 kelurahan (53%) termasuk Kelurahan Tode Kisar  yang mewakili 45 kelurahan lainnya.

Herman  berharap agar semua pihak bersama-sama mengawal, memastikan dan menjamin agar kegiatan CFW ini dapat berjalan dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat sasaran dan dapat bermanfaat dengan baik khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terkena dampak Covid-19 agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.  (pkp_ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *