Satu Pagi Pasien Covid-19 di Ende Meninggal Dunia

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Satu lagi pasien Covid-19 di Kabupaten Ende meninggal dunia, Sabtu (16/1/2021) dini hari. Dengan meninggalnya pasien perempuan tersebut, maka hingga kini sudah dua orang yang meninggal akibat virus corona di Kabupaten Ende.

Direktur RSUD Ende, dr Aries Dwi Lestari, kepada media mengungkap bahwa korban corona ini  belum 24 jam berada di RSUD Ende, namun sudah dipanggil pulang oleh Sang Khalik.

Bacaan Lainnya

Pasien perempuan dengan inisial S (73 tahun)  itu, jelas Aries, masuk ruang Isolasi RSUD Ende, Jumad (15/1/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. Namun Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 00.40 Wita meninggal dunia.

“Beliau di ruang isolasi tidak sampai satu hari. Siang masuk ruang isolasi dan malamnya menghembuskan nafas terakhir,” kata dr.Aries.

Selain terpapar Covid 19, pasien tersebut juga mengidap penyakit penyerta yakni jantung koroner, infeksi paru-paru, pnemonia dan hipertensi.

“Ada penyakit bawaan yakni jantung koroner. Kita juga lakukan rontgen dan ada infeksi paru. Selain itu kita juga lakukan swab antigen dan hasilnya positif,” jelas Aries.

Aries berharap agar masyarakat lebih waspada, apalagi warga yang memiliki penyakit bawaan terutama para orang tua yang lanjut usia. Karena itu, kepada keluarga dia menghimbau agar waspada dan selalu menerapkan 3 M yakni mencuci tangan,menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Karena itu khusus orang tua yang punya penyakit bawaan untuk hindari kerumunan massal . Yang meninggal ini karena ada penyakit bawaan sehingga permudah virus Covid-19 masuk,” ujar Aries.

Berkaitan dengan tracing bagi keluarga terdekat dari pasien covid yang meninggal, pihak RSUD Ende akan segera melaporkan ke Dinas Kesehatan berkaitan dengan pasien yang meninggal dan selanjutnya pihak Dinas Kesehatan yang akan melakukan tracing kepada yang kontak erat.

“Kita dari RSUD Ende akan bekerja sama dan akan melakukan tes swab antigen kepada mereka, namun swab PCR tetap kita kirim ke Kupang,” kata Aries.

Bupati Ende, Djafar Achmad, saat ditemui di RSUD Ende mengatakan, banyak orang yang tanpa gejala di masyarakat, namun terkena Covid 19. Karena itu ia mengajak warga masyarakat untuk berhati-hati dan terus mematuhi prokes dan menerapkan 3 M.

“Ini prinsip. Karena itu mari kita jaga keluarga kita terutama orang tua, jangan sampai mereka kelelahan dengan  begitu imun akan menjadi lemah dan gampang terkena virus,” kata Djafar.

Korban Covid-19 yang meninggal dunia ini  beralamat di  Jalan Kelimutu, Lorong Winirai, RT 09/RW 03 Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *