Petani di Matim Mengeluh, Bertahun-tahun Kakao Terkena Hama

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Penyakit busuk buah kakao masih menjadi keluhan bagi petani di Kabupaten Manggarai Timur. Petani di Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, misalnya, masih mengeluhkan penyakit buah tersebut. Sebab, akibat penyakit itu penghasilan mereka merosot tajam.

Petani kakao mengeluhkan hama menyerang buah kakao hingga buah busuk. Kondisi itu telah berlangsung lama , hingga penghasilan kakao menurun drastis dibandingkan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Salah satu petani, DM, kepada media ini, Rabu (26/5/2021), mengatakan, tanaman kakao  rata-rata diserang penyakit busuk buah, sehingga petani terus merugi akibat rendahnya kualitas biji kakao yang dihasilkan.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, sepeti melakukan  pemupukan, pengurangan pelindung tanaman, namun belum juga berhasil,” ujarnya.

Penyakit tersebut,lanjut dia, sudah terjadi sejak lama. Namun, sampai saat ini belum juga bisa diatasi. Akibat frustrasi, sebagian petani beralih mengusahakan jenis tanaman lain.

“Akibat tanaman kakao yang terus terkena hama, kami merasa kesal sehingga sebagian pohon kakao kami tebang dan menanam tanaman lain sebagai gantinya,” terangnya.

BN, petani lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, penyakit buah ini sudah terjadi sejak lama namun belum juga bisa diatasi, dan akibatnya penghasilan para petani mengalami penurunan.

”Penurunan produksi kakao ini sudah  berlangsung sekitar tahun 2014 lalu sampai saat ini belum juga teratasi oleh petani,” terangnya.

Ia mengatakan, hama busuk buah kakao ini sulit ditangani oleh petani sejak lama . Karena itu, petani hanya membiarkannya saja. Sebab, penyemprotan insektisida ternyata tidak membuahkan hasil.

”Ya, sekarang ini kami biarkan saja, selama ini kita sudah berusaha untuk mengatasinya, namun tidak ada hasilnya,” pungkasnya.

Petani kakao berharap Pemerintah Kabupaten Manggrai Timur, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, segera mengatasi hama pada tanaman kakao.

“Kami harap ada sosialisasi atau penyuluhan dari dinas, karena ini hama sudah terjadi begitu lama. Biasanya kakao menjadi penghasil andalan kami, karena kakao ini tidak kenal musim untuk berbuah,” tegasnya. (leo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *