Pemkab SBD Siapkan Dana Rp 10 Miliar untuk Fasilitas RS Reda Bolo

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Tahun 2021 ini Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berencana membangun sejumlah sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo senilai Rp 10 miliar lebih.

Sejumlah sarana dan fasilitas yang akan dibangun itu antara lain gedung ICU, gedung NICU, gedung CSSD dilengkapi alat kesehatan, ruang bedah, ruang laboratorium dan ruang bersalin dengan total anggaran Rp 10.787.981.100,00.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ada juga penambahan gedung baru Puskesmas Watu Kawula dengan total anggaran Rp 7.750.000,000,00.

Rencana ini dikemukakan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, dalam pidato kenegaraan pada peringatan detik-detik HUT RI, Selasa (17/8/2021).

Hadir dalam upacara itu pimpinan DPRD SBD, Wakil Bupati SBD, Dandim 1629/SBD, Kapolres SBD, Plt. Sekda SBD, KPU SBD, Bawaslu SBD, Ketua Dekranasda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat  dan anggota Forkompinda.

Selain sektor kesehatan, pemerintah juga terus membenahi sektor peternakan. Di sektor ini  Pemda SBD telah memprogramkan bibit unggul ternak kecil dan besar, obat-obatan, pembinaan kelompok ternak.

Pada tahun 2020-2021 Pemda SBD telah memberikan bantuan ternak kambing sebanyak 300 ekor kepada 30 kelompok, 224 ekor sapi kepada 25 kelompok, 99 ekor kuda kepada 9 kelompok, dan babi sebanyak 150 ekor kepada 8 kelompok.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat SBD,  Pemda SBD memberikan bantuan berupa perbaikan rmah tidak layak huni sebanyak 323 unit dengan total anggaran Rp 6.223.000.000 dan pemasangan meteran listrik gratis bagi  rumah tangga berpenghasilan rendah sebanyak 343 unit dengan total anggaran Rp 823.200.000.

Dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, jelas Bupati Kodi Mete, Pemda telah mengalokasikan anggaran sebesar  Rp 69.007.210.380 yang terdiri dari belanja penanganan kesehatan sebesar  Rp 37.741.696.880, penyediaan jaring  pengaman sosial sebesar Rp 13.185.900.000, dan belanja penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 18.079.613.500.

Sedangkan bantuan beras PPKM bagi masyarakat terdampak  Covid-19 telah disalurkan oleh pemerintah sebanyak 538.650 kg kepada 53.169 KK.

Selain adanya wabah COVID-19 yang melanda SBD saat ini, sebut Kodi Mete, hama belalang juga telah menyerang SBD sejak tanggal 26 Juli 2021 di wilayah Kecamatan Wewewa Timur, Wewewa Tengah, Wewewa Selatan dan Kodi Balaghar.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan gagal panen di SDB pada tahun ini. Karena itu untuk meminimalisir dampak kerugian petani tanaman pangan dan menghindari meluasnya serangan hama belalang di SBD, upaya strategis yang dilakukan adalah dengan melakukan gerak cepat bersama tim lintas sektor untuk melakukan upaya pengendalian melalui penyemprotan insektisida,” ungkapnya. (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *