Pemkab Lembata Kawin Suntik Ternak Babi Betina Pasca Serangan Virus

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Peternak babi di Lembata sekarang lega. Mulai Senin (30/8/2021), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata melalui Bidang Peternakan, menggulir program, inseminasi buatan (IB) bagi ternak babi betina menyusul serangan flu babi africa  atau African Swine Fever (ASF).

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, mengungkapkan, beroperasinya kembali program IB ini selain sebagai upaya peningkatan populasi ternak babi pasca ASF, juga untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Hari ini kembali beroperasi kegiatan inseminasi buatan (kawin suntik) ternak babi,” kata Tuaq kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Kegiatan ini sempat tertunda akibat virus demam Afrika (ASF) yang melanda sejak tahun lalu. Sekarang kegiatan ini diaktifkan kembali untuk melayani ternak babi betina milik warga yang masih hidup. Kawin suntik ini dilakukan secara gratis.

“Tujuan diaktifkan kembali IB ternak babi secara gratis ini yakni upaya pemulihan ternak dan peningkatan populasi babi yang mati akibat virus ASF, kemudian pemulihan ekonomi para peternak di tengah pandemi Covid-19, serta untuk menjawab kebutuhan masyarakat peternak baik bibit maupun daging babi,” ujarnya.

Saat ini telah ada 1 unit dummy (hewan tiruan) dan 2 ekor babi pejantan dari rencana pengadaan 6 ekor oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata guna  mendukung program ini.

Sejumlah siswa Praktik Kerja Lapangan dari SMKN 1 Nubatukan dan SMKS St. Ignasius Wairterang-Maumere Kabupaten Sikka juga mengikuti proses IB di Lembata.

Tuaq, lebih lanjut menjelaskan warga Lembata sudah bisa menghubungi para petugas kesehatan hewan.

“Kegiatan ini sebelumnya berbayar, namun akibat situasi pandemi sehingga kita ubah inovasinya menjadi kawin suntik gratis. Tadi kami ambil 1 sampel dan langsung dilakukan pelayanan ke rumah Ibu Janda Ignas Raga di wilayah Berdikari,” imbuh Tuaq.

Dijelaskannya seminggu bisa dilakukan 2 kali pengambilan sperma dari 1 ekor babi pejantan, sehingga 1 bulan bisa 8 kali.

Dalam rencana, tahun ini pemerintah berencana mendatangkan 6 ekor babi. Tiga  ekor akan dititipkan di wilayah Kedang dan tiga ekornya di Lewoleba.

“Kenapa kita tempatkan di Kedang karena 2 Kecamatan (Omesuri dan Buyasuri) di sana punya populasi ternak babi yang cukup tinggi,” tambahnya.

pihaknya akan menyurati setiap kecamatan dan mempublikasikan juga di mana petugas lapangan dan inseminator yang bisa memfasilitasi kawin suntik.

“Jadi gratis IB-nya, namun jasanya yang dibayarkan, kalau dalam kota Rp.100.000,- tapi sampai bunting,” kata dia.

Jadi, kalau ada pemilik ternak menghubungi petugas dan menyampaikan kalau babinya birahi, maka petugas akan datang melayani kawin suntik (IB), kemudian akan diperiksa lagi setelah 21 hari ke depan. Jika babi tidak birahi lagi berarti sudah bunting dan saat itu dilakukan pembayaran (jasa IB), tapi kalau gagal maka akan disuntik lagi. (ona)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *