Pemberhentian PTT di Sumba Timur Adalah Bentuk Evaluasi Kinerja

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Pemberhentian sejumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merupakan bentuk evaluasi kinerja.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Kabupaten Sumba Timur, Thomas Peka Rihi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/3/2021).

Bacaan Lainnya

“Kalau perampingan sih tidak ada. Yang ada adalah penilaian atau evaluasi kinerja masing-masing unit kerja, seperti tingkat kehadiran, disiplin, loyal terhadap tugas dan tanggung jawab. Jadi kalau sampai ada yang diberhentikan, itu karena memang perilaku yang bersangkutan. Sekarang masih terus dievaluasi,” beber Thomas.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, total PTT yang sebelumnya telah dibiayai oleh APBD Sumba Timur mencapai 2.227 orang. Jumlah tersebut tidak termasuk dari  masing-masing sekolah, seperti tenaga honor dan komite.  Jadi jika ditotalkan secara keseluruham akan mencapai 3.000 orang PTT.

“Saya belum tahu persis jumlah yang telah dan akan diberhentikan, karena evaluasi dari masing-masing unit sementara berjalan. Saat ini baru mencapai 928 orang yang kita baru SK-kan. Diberhentikan dengan berbagai macam pertimbangan.  Ada yang diberhentikan karena ijazah, faktor usia yang lebih dari 60 tahun dan juga ada yang berhentikan karena terlibat dalam politik,” serunya.

Perampingan PTT tersebut menjadi persoalan yang sama dari tahun ke tahun ketika muncul kepemimpinan yang baru.  “Sehingga memang harus ada jalan keluar atau kontrak yang jelas antara pemerintah dan tenaga PTT tersebut,” kata Thomas.

Wakil Ketua II  DPRD Sumba Timur, Yonathan Hani, dalam dengar pendapat dengan pemerintah di kantor DPRD Sumba Timur, Jumat (5/3/2021), menegaskan harus ada komitmen atau kontrak terkait pekerjaan yang diberikan kepada PTT.

Misalnya, kata Yonathan, kontrak jelas dengan tahun, evaluasi kinerja, jika tidak baik maka akan dikeluarkan.

“Ya harus ada kontrak yang jelas antara pemerintah dan PTT, sehingga tidak disiplin dan melanggar aturan yang ada, syarat yang tidak dipenuhi bisa langsung dikeluarkan,” jelasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *