Musim Hujan, Jalan Berubah Jadi Kali

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Sampai saat ini Sungai Wae Lur di wilayah perbatasan antara Desa Ngampang Mas dan Balus Permai di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)  belum dibangun jembatan penghubung.

Akibatnya, saat musim hujan  warga yang melintas di sungai tersebut harus bertaruh nyawa melawan derasnya arus sungai yang selalu mengancam keselamatan mereka.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, hingga saat Pemda Matim belum juga membangun jembatan penghubung untuk memudahkan warga melintas di sungai yang pernah memakan korban jiwa itu.

Endi, salah seorang pengendara sepeda motor kepada media ini, Kamis (1/4/2021), mengharapkan Pemda Matim untuk segera membangun jembatan di sungai tersebut agar memudahkan warga melintas. Sebab selama musim penghujan mereka harus bertaruh nyawa untuk melintas di sungai tersebut.

“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Manggarai Timur untuk segera membuat jembatan agar akses transportasi tetap aman walaupun dalam kondisi hujan lebat. Karena selama ini kami yang sering melintasi jalur ini jika musim hujan kami terpaksa harus panggil warga untuk bisa bantu mengangkat motor agar bisa melewati jalan ini. Kalau untuk kendaraan roda empat agak setengah mati untuk melewati,” ujarnya.

Pengendara lainnya, Dorus, warga Mukun, Kota Komba Utara mengakui  jalur tersebut merupakan jalur alternatif menuju kampungnya karena jalur itu bisa ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu jauh.

“Ini jalur yang paling singkat menuju kampung saya  yaitu wilayah Kota Komba Utara karena jalur Kembur kondisi jalanya rusak parah. Jadi jalur yang menjadi alternatif adalah jalur Warat-Paan Leleng,”  tutur Dorus.

Meski begitu, kata Dorus, ada beberapa titik sungai yang belum ada jembatan. Hal ini, menurutnya, sangat berbahaya bagi warga yang melintasi jalur ini pada saat musim hujan.

“Kami sangat berharap ada kepedulian para wakil rakyat agar cepat merespon situasi dan kondisi yang ada. Karena hal ini juga sangat berdampak pada tingkat ekonomi kami sebagai masyarakat dan juga nyawa kami,” pungkasnya. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *