Lantik Kades, Wabup SBD Minta Kades Segera Susun RPJMDesa

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, S.IP, melantik 4 kepala desa (Kades) di Kantor Desa Wee Paboba, Kecamatan Wewewa Utara, SBD, Selasa (12/10/2021).

Empat kepala desa itu terpilih pada pilkades serentak bulan Juni lalu. Mereka adalah  Kades Desa Wee Paboba, Rosalia Leda Kasa; Kades Puu Potto, Malo Bulu, Kades Wee Namba, Agustinus Umbu Robbaka dan Kades Reda Wanno, David Tamo Ama.

Bacaan Lainnya

Tiga nama pertama dilantik untuk masa bakti 2021-2027, sedangkan David Tamo Ama dilantik sebagai pengganti antar waktu (PAW) dengan masa bakti 2021-2023.

Acara pelantikan itu  dihadiri Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten SBD, Drs. Daud Lende Umbu Moto, Staf Ahli Bupati SBD, Wakapolres dan Kabag OPS Polres SBD, Wadayon C Pelopor SBD, perwakilan dari Kodim 1629 SBD, Kapolsek Wewewa Utara, Kapolsek Wewewa Timur, Kapolsek Wewewa Barat, Rohaniawan pendamping dari agama Kristen Protestan, Pdt. Albertina Rewa Kaka, S.Th, dan rohaniawan pendamping dari Agama Katolik, Rm. Fransiskus Bobo, PR.

Hadir juga  anggota DPRD Kabupaten Dapil Wewewa Utara, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten SBD, drh. Octavina T. Samani, Kasat Pol-PP Kabupaten SBD, Kalak BPBD Kabupaten SBD, Sekdis Kominfo Kabupaten SBD, Kadis Perhubungan Kabupaten SBD, Camat Wewewa Utara, Kabag Tatapem Kabupaten SBD, dan beberapa tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan.

Dalam sambutannya Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP mengatakan, pelaksanaan pelantikan kades terpilih periode 2021-2027 itu merupakan momentum bermartabat dan bersejarah bagi setiap kades terpilih yang akan menjalankan tugas pelayanan dan pengabdiannya kepada masyarakat.

“Sebagai pemimpin penyelenggara pemerintahan di tingkat desa, kades merupakan pengambil keputusan sekaligus penanggung jawab setiap kebijakan yang diambil. Dan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa dan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Christian Taka.

Lebih lanjut Christian menyampaikan maksimal 3 bulan setelah pelantikan kades harus menyusun RPJMDesa untuk jangka waktu 6 tahun yang ditetapkan dengan peraturan desa, dengan memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program kegiatan selama 1 periode masa jabatannya.

“Oleh karena itu, dalam penyusunan RPJMDesa kades harus mampu menyelaraskan dan mensinergikan seluruh program pembangunan desa dengan kebijakan daerah melalui Program 7 Jembatan Emas yakni Desa Bercahaya, Desa Berair, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Aman Tentram, Desa Cerdas, Desa Sehat dan Desa Wisata sebagai upaya bersama untuk mewujudkan Kabupaten SBD yang maju, berkualitas, berdaya saing, demokratis dan sejahtera,”  ujarnya.

Christian Taka menuturkan, penyusunan perencanaan pembangunan harus dilaksanakan secara partisipatif oleh pemerintah desa dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan dengan seluruh komponen yang ada di desa.

“Dengan disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah setiap tahun,” kata Christian Taka.

Selanjutnya dari RPJMDesa tersebut, kata Christian Taka, pemerintah desa harus menyusun RKPDesa untuk jangka waktu 1 tahun dengan ketetapan kades, yang memuat kerangka program, prioritas pembangunan desa, rencana kegiatan dan pembiayaan.

“Sebagai implementasinya yaitu APBDesa yang merupakan rencana keuangan tahunan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan BPD. APBDesa ditetapkan dengan peraturan desa dan harus dikelola berdasarkan azas transparansi, akuntabel, partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” tuturnya.  (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *