Irigasi Loko Likku Belum Selesai, Bukan Mangkrak

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO— Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sumba Barat  Daya, Wilhelmus Woda Lado, ST, membantah proyek jaringan Irigasi Loko Likku di Kecamatan Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya, mangkrak. Proyek itu belum selesai dikerjakan.

Kepada wartawan di ruang kerjanya,  Rabu (7/4/2021), Willy, panggilan akrab Wilhelmus Woda Lado, ST menjelaskan proyek Irigasi Loko Likku adalah pekerjaan yang dikerjakan tahun anggaran 2020 dengan nilai kontrak sekitar Rp 1 miliar.

Bacaan Lainnya

Akhir tahun 2020 lalu, Wily memanggil semua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melaporkan kondisi terakhir semua pekerjaan.

Kata Wily, dirinya mendapat laporan dari PPK SDA bahwa Irigasi Loko Likku tidak mungkin bisa diselesaikan karena curah hujan yang tinggi, sehingga masih sekitar 18 meter yang belum bisa diselesaikan.

Karena itu dirinya memerintahkan agar menjadi  Konstruksi Dalam Pekerjaan (KDP), dan memberi sanksi menahan 10% dari total anggaran proyek yang diperkirakan senilai Rp 90-an juta.

Lebih lanjut Wily menuturkan, pekerjaan proyek Loko Likku tidak dibayar 100% karena masih menjadi tanggung  jawab kontraktor. KDP bisa diselesaikan di tahun berikutnya, namun masih memenuhi semua proses kontraknya, yaitu denda tetap dikenakan kepada kontraktor tersebut.

“Jadi kalau dikatakan itu mangkrak sebenarnya tidak, kecuali pekerjaan ini 2 tahun lalu dan sampai sekarang tidak selesai, itu baru dikatakan mangkrak. Kita berharap curah hujan cepat berkurang sehingga pekerjaan bisa diselesaikan,” jelasnya.

Terkait dengan pemberitaan sebuah media yang mengatakan dirinya tidak mau  menanggapi permintaan mereka untuk memberi tanggapan minggu lalu, Wily mengatakan kepada media itu, “Kalau kami yang beragama Katolik mulai dari hari Minggu (28/3/2021) adalah minggu Palma, yang dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.  Kami sudah sibuk di gereja.”

“Jadi dalam 1 minggu itu kesibukan kami di gereja juga cukup padat,  sehingga ada beberapa teman wartawan yang minta tanggapan kami belum sempat saya jawab,” jelasnya.

Wily mengatakan, saat hari kerja seperti sekarang dirinya tidak akan berkeberatan menerima wartawan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

Hal senada juga diungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Oktavianus Dapa Loka, ST secara terpisah.  Okta menjelaskan, pemberitaan salah satu  media  yang sudah beredar di kalangan aparat pemerintah daerah dan masyarakat tentang dugaan proyek Loko Likku yang mangkrak adalah hal yang keliru.

“Karena bertepatan dengan hari libur Paskah, jadi mungkin kami belum konfirmasi. Tapi apapun itu kami anggap sebagai koreksi. Untuk masalah proyek pengerjaan di Loko Liku yang menjadi kendala di sana adalah medan yang sangat berat,” tutur Okta.

Okta menjelaskan, dalam kondisi curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini, hampir dipastikan alat berat tidak bisa bekerja.  Di situ harus digali sekitar 7 meter, sementara alat beratnya tidak bisa masuk. Selain itu juga, tidak ada operator yang berani karena potensi longsornya tinggi.

Kata Okta lebih lanjut, dengan kondisi seperti itu,  pihak kontraktor juga tidak lepas tangan. Masih tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan, terbukti eksavator  masih tetap berada di sana.

“Terkait proses pembayaran  uangnya belum kami bayar semua, belum provisional hand over (PHO). Sebenarnya kegiatan masih berjalan karena kondisi saat ini belum memungkinkan untuk dilanjutkan pekerjaan itu,” pungkasnya. (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *