DPRD Sumba Timur Dukung Penundaan Pilkades

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—DPRD Kabupaten Sumba Timur sangat mendukung keputusan Pemerintah Pusat melalui Permendagri menunda pelaksanaan  pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak, termasuk di Kabupaten Sumba Timur.

Untuk diketahui menurut data Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, total kasus Covid-19 per Selasa, 10 Agustus 2021 mencapai 4. 384 kasus dengan rincian : pasien dirawat 1.117 kasus, pasien sembuh 3.177 kasus dan kasus meninggal dunia mencapai 90  orang, serta sudah tersebar di seluruh 21 kecamatan di Sumba Timur.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumba Timur, Jonathan Mbehar, melalui telepon seluler, Rabu (11/8/2021), mengatakan, DPRD Sumba Timur dan semua masyarakat berharap juga agar pilkades ditunda. Apalagi Sumba Timur masih menerapkan PPKM Level IV.

“Sebelum keputusan ini diambil untuk diberlakukan secara nasional memang harapan kami dan masyarakat agar pilkades ditunda karena pertimbangan pandemi Covid-19 yang semakin meningkat terutama di NTT dan terkhusus di Sumba Timur. Sebagai anggota DPRD, saya berharap agar dalam masa penundaan dua bulan pilkades, penerapan PPKM Level IV dapat dipatuhi dengan baik, sehingga secara maksimal kita dapat menurunkan kasus Covid-19,” jelas Jonathan.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur ini juga memberikan saran kepada calon kepala desa agar memanfaatkan media seperti facebook, instagram, dan juga whattshapp yang diperbolehkan dalam regulasi untuk mensosialisasikan diri masing-masing serta mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat luas.

“Penegasan lain agar cakades lebih memanfaatkan kampanye lewat media-media sosial seperti facebook, instagram, whatshapp dan lain-lain yang diperbolehkan oleh regulasi dan ini juga harus menjadi perhatian dan solusi bagi panitia desa dan pemerintah,” tegas Jonathan.

Jonathan  juga menghimbau masyarakat agar tetap tunduk dan patuh pada himbauan pemerintah dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Sumba Timur. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *