DPRD NTT Minta Pemerintah Respon Cepat Bencana Alam

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Pemerintah Provinsi NTT diharapkan merespon cepat bencana alam yang melanda sejumlah kabupaten di NTT dua hari terakhir. Pemprov mesti segera berkoordinasi lintas sektor untuk mewaspadai bencana alam susulan dan  membantu warga terdampak  bencana.

Suara ini dikemukakan Wakil Ketua DPRD NTT, Dr. Inche DP. Sayuna, SH., M.Hum, kepada kabarntt.co, Minggu (4/4/2021) petang.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana sudah diberitakan, hujan deras dan angin kencang melanda sejumlah kabupaten di NTT. Dampak paling parah terjadi di Kabupaten Flores Timur.

Di Flores Timur puluhan korban tewas tertimbun longsor di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan sejumlah korban tewas terbawa banjir di Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.

Menurut prakiraan BMKB, bencana alam ini dipicu la nila yang diperikirakan masih akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan.

Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, meminta pemerintah agar segera melakukan koordinasi secara berjenjang, membangun kerja sama antarlembaga dari berbagai pihak, baik  BPBD NTT, TNI, Polisi, Dinas PUPR, PLN, Dinas Sosial, para relawan, aparatur kecamatan, desa dan kelurahan untuk mengantisipasi munculnya bencana, mengambil langkah antisipasi yang perlu dilakukan, mengatasi dalam tanggap darurat, serta meminta pemerintah agar menggunakan dana tanggap darurat yang ada di pos APBD masing-masing.

“Saya berharap pemerintah segera melakukan koordinasi, kerja sama secara berjenjang baik di tingkat pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota terkait ancaman bencana yang terjadi di wilayah NTT. Pemerintah daerah dapat menggunakan dana tanggap darurat yang ada di pos APBD masing-masing. Bila perlu dilakukan sharing pembiayaan untuk membantu masyarakat pasca bencana,” kata politisi Partai Golkar itu.

Inche juga meminta warga agar lebih hati-hati dan tetap waspada.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, hujan lebat yang disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi,” kata Inche. (lia/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *