Buka Bimtek Pencegahan Virus Babi, Bupati SBD Harap Ternak Babi Bergeliat Lagi

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, membuka dengan resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Virus ASF pada Ternak Babi, yang diselenggarakan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan anggota DPR RI, Yohanes Fransiskus Lema, S.IP, M.Si.

Bimtek yang diselenggarakan di Aula Hotel Sumba Sejahtera, Senin (27/9/2021).  ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Kementerian Pertanian RI beserta segenap tim dari Balai Besar Veteriner Denpasar,  drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D beserta tim dan 50 peserta bimtek yaitu para petani dan peternak di SBD,

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan Bimtek, Bupati Kodi Mete merasa bersyukur adanya kegiatan bimtek ini karena mendukung program pemerintah desa berkecukupan pangan.

“Tekad SBD saat ini ingin menjadi mandiri pangan, ternak menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan, dan ternak babi mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di SBD,” ungkap Kodi Mete.

Masalah yang dihadapi adalah bahwa SDM pelaku peternakan di SBD kurang. SBD masih kekurangan sarjana peternakan.

“Virus ASF yang menyerang ternak babi beberapa tahun yang lalu sungguh-sungguh berdampak pada perkembangan ternak babi di SBD, nyaris  musnahkan ternak babi di sini,”  kata Kodi Mete.

Kodi Mete berharap dengan adanya bimtek ini, perkembangan ternak babi di SBD dapat terangkat kembali, dan masyarakat mulai memahami bagaimana mencegah dan mengobati virus ASF di SBD.

“Tentunya ada langkah-langkah cerdas untuk menghilangkan virus ASF ini. Kami berterima kasih Pak Ansi Lema yang sudah memfasilitasi kegiatan bimtek ini. Beliau adalah anggota DPR RI dari NTT yang tetap mencintai rakyatnya,” ujar Kodi Mete.

Ansi Lema dalam kegiatan bimtek tersebut membawakan materi Arah Pengembangan Sektor Peternakan NTT melalui meeting zoom.

Sementara Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Kementerian Pertanian RI beserta segenap tim dari Balai Besar Veteriner Denpasar,  drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D., membawa materi Pencegahan virus ASF pada ternak babi.  (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *