Bedah Rumah Tetap Dilanjutkan, Pemkot Kupang Diapresiasi Masyarakat

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Meski sempat disorot dan mendapat kritik terkait sejumlah program pro rakyat yang sudah berjalan, Pemerintah Kota Kupang tetap  semangat membantu warganya yang kurang mampu.

Walikota Kupang, Dr. Jefisrtson R. Riwu Kore, MM, MH, terjun langsung mendengarkan keluhan warga serta menyaksikan kesulitan mereka dan mengagendakan  program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah program bedah rumah.   Secara maraton sejak Rabu (23/6/2021) hingga  Jumat (25/6/2021),   Jefri, sapaan  akrab Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, kembali menyerahkan kunci rumah yang baru selesai dibedah oleh Pemkot.

Kunci  rumah antara lain diserahkan kepada  Agustina Modok yang baru saja selesai dibedah Pemerintah Kota Kupang di Kelurahan Nunbaun Dela, Kecamatan Alak,  Rabu (23/6/2021).

Agustina Modok  menyampaikan rasa terima kasihnya ketika melihat isi rumah yang sudah berubah total. Dia tidak lagi melihat atap rumahnya yang sudah bocor dan berdinding bebak karena sudah dibangun dengan tembok permanen.

Agustina merasa terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan Walikota Kupang, apalagi keseharian hidupnya bergumul dengan kondisi anaknya yang menyandang disabilitas. Melihat kondisi yang ada Walikota Kupang berjanji akan membantu anaknya dengan kursi roda.

“Beta doakan Bapak Walikota tetap kuat dan jangan pernah lelah melihat kami masyarakat kecil, melihat kehidupan para janda, anak yatim piatu dan orang miskin di Kota Kupang, Tuhan Yesus memberkati Bapak Jefri dalam setiap tugas dan pelayanan,” kata Oma Agustina dengan suara bergetar menahan haru

Jefri juga berkesempatan menyerahkan kunci rumah untuk Ibu Adolflina Bois di RT 31, Kampung Fatubena, Kelurahan Kolhua. Kampung kecil yang berbatasan langsung dengan Desa Oeltua, Kabupaten Kupang.

Dua rumah lainnya yang diserahkan Walikota Kupang adalah rumah milik Ibu Marselina Balukh di Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja dan rumah milik Selvina Lona di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak. Rumah milik Oma Marselina beratap daun alang-alang dan berdinding bebak, kondisinya sudah memperihatinkan sejak tahun 1979, sementara rumah ibu Selvina Lona hanya berdinding bebak.

Jefri juga mengunjungi rumah milik Oktovianus Y. Ratukore di RT 02/RW 01 Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak yang sangat tidak layak huni. “Hari ini kami datang melihat untuk memastikan rumah tersebut untuk dibedah. Mohon doanya agar kami segera membedah rumah tersebut,” pungkas Jefri.

Jefri mengatakan, pada tahun 2021 ini Pemerintah Kota Kupang akan membedah 64 rumah warga yang tidak layak huni. Jefri berharap agar di tahun-tahun mendatang pemerintah dapat bersinergi dengan DPRD untuk lebih mendukung program bedah rumah ini.

Penyerahan dilanjutkan pada Jumat (25/6/201) dimana lokasi pertama yang didatangi Jefri adalah rumah Bapak Marten Sa’u di RT 27/RW 10 Kelurahan Maulafa. Di lokasi tersebut Jefri disambut oleh Camat Maulafa, Matheos A.B.H Da Costa, S.Sos.M.Si, Lurah Maulafa. Pendeta di Jemaat Lahairoi Tofa dan sejumlah masyarakat turut berbahagia dengan keuarga Bapak Marten Sa’u.

Rumah milik keluarga Sa’u dibedah Pemerintah Kota Kupang selama 14 hari, sebelum dibedah Bapak Marten dan istri tinggal bersama anak dan cucunya di rumah yang tidak layak huni, atapnya sudah bocor dan dindingnya hanya dilapisi bebak.

Kini rumah bapak Marten dan keluarga sudah layak huni berkat program bedah rumah yang digagas Walikota Kupang. Selain memberikan kunci rumah, juga diserahkan bantuan tempat tidur dan kursi, yang berasal dari sumbangan pribadi Ibu Agustin Adranacus, Bapak Herman Hery dan Ibu Hilda Manafe.

Terkait sumbangan tersebut, Jefri berharap ke depannya semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli dengan sesama yang kurang beruntung dan membutuhkan uluran tangan di Kota Kupang.

Marten Sa’u mengaku bahagia bisa bertemu dan menerima bantuan bedah rumah Pemkot, ia mengakui dirinya yang sudah lanjut usia tidak bisa lagi mendirikan rumahnya yang sudah reot, sehingga apa yang diterimanya benar-benar disyukuri sebagai berkat yang luar biasa bagi keluarganya.

Perjalanan dilanjutkan ke Kelurahan Penfui, dimana Jefri yang didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda menyerahkan kunci rumah untuk Bapak Bernad Uly di RT 26/RW 11.

Di daerah yang berbatasan langsung dengan Desa Baumata Barat, Kabupaten Kupang ini, Wali Kota mengakui bahwa masih banyak persoalan yang perlu dibenahi di kelurahan tersebut, seperti jalan, lampu jalan dan masih banyak rumah yang belum layak huni. (pkp_sny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *