Anggota Kodim 1601/Sumba Timur Mulai Divaksin

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Para anggota Kodim 1601/Sumba Timur serta para purnawirawan, Rabu (10/3/2021), mulai menerima vaksin.

Komandan Kodim 1601/Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, di ruang kerjanya mengatakan, target untuk anggota TNI Sumba Timur yang akan mendapat vaksin mencapai 202 orang, seperti anggota, POM dan juga purnawirawan.

Bacaan Lainnya

“Target kami ada 202 orang anggota Kodim dan juga purnawirawan yang akan mendapatkan vaksinasi. Karena jumlahnya banyak, sehingga kami membagi menjadi dua kali, hari ini untuk anggota yang jauh dari kota seperti anggota dari Ngongi, Karera, Lewa, Mangeli dan wilayah lainnya. Dan hari berikutnya, yakni Senin nanti baru anggota yang  berada dalam kota,” jelas kata  Siswanto.

Siswanto berharap, para anggota TNI yang sudah divaksin menjadi pioner dan edukator kepada masyarakat bahwa vaksinasi sangat aman dan tidak ada efek samping yang fatal. Dengan demikian masyarakat juga mau divaksin dan tidak takut karena berita yang beredar.

“Vaksin memang bukan jaminan orang terlepas dari Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus lebih diperketat agar memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur,” kata Siswanto.

Kodim 1601/Sumba Timur, kata Siswanto, juga menyiapkan anggotanya untuk membantu dan memonitor pelaksanaan vaksinasi di Sumba Timur.

“Ya, mau tidak mau kami tetap menyiapkan anggota kami untuk membantu tenaga medis serta monitor pelaksanaan vaksinasi,” imbuhnya.

Lebi Marselinus, dari Koramil 1601-01 Lewa, usai divaksin mengaku  tidak merasakan apa-apa.

“Biasa seperti kalau disuntik di puskesmas. Juga memang kami sebelum divaksin dianjurkan untuk istirahat yang teratur dan makan yang bergizi agar vaksin yang masuk dalam tubuh mendapatkan tubuh yang sehat,” kata Marselinus.

Dari pantauan media ini, hampir semua purnawirawan sebelum divaksin  diobservasi karena tensi yang begitu tinggi. Namun karena tekad yang tinggi untuk menerima vaksin mereka pun dalam keadaan sehat dan normal dan siap divaksin. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *