Utamakan Protokol Kesehatan, Perayaan Idul Adha di Masjid Agung Nurul Falah Lancar

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO—Di tengah pandemik Covid-19, perayaan Idul Adha 1441 Hijriah yang  jatuh pada  hari Jumat (23/7/2020) di Masjid Agung Nurul Falah, Kefamenanu, berjalan lancar.

Kepada kabarntt.co Drs. H. Ali Kossa,  Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Timor Tengah Utara sekaligus Imam Masjid Nurul Falah mengatakan, demi kelangsungan dan kelancaran hari raya Idul Adha terkhusus untuk Masjid Agung Nurul Falah  dilaksanakan sholat id sesuai dengan anjuran pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Semua taat pada peraturan menteri agama, MUI dan peraturan bupati. Tentunya semua berjalan lancar sesuai protokol kesehatan yang ada.

“Ini kita laksanakan sholat id sesuai dengan anjuran pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Semua kami ikuti peraturan menteri agama, MUI dan peraturan bupati sehingga semua berjalan lancar sesuai protokol kesehatan yang ada,” ucap H. Ali Kossa.

Ali Kossa menghimbau agar semua yang terlibat  selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Idul Adha  Masjid Agung Nurul Falah, Akmal, saat dihubungi menjelaskan bahwa untuk hari raya idul Adha 1441 hijriah ini semua peserta sholat id di Masjid agung Nurul Falah tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Kita mengatur peserta sholat id di Masjid Agung Nurul Falah agar tidak mengabaikan  protokol kesehatan. Misalnya menggunakan masker dan shaf-nya itu dikasih jarak satu meter,” kata Akmal.

Akmal menambahkan bahwa untuk  hewan kurban, dari  dinas peternakan dan dinas kesehatan sudah periksa kesehatan hewan-hewan tersebut.

“Dari dinas sudah memeriksa hewan-hewan kurban,” tutur Akmal.

Akmal melanjutkan bahwa kegiatan pemotongan hewan-hewan kurban dan pembagian daging  itu diatur mengikuti protokol kesehatan juga dengan cara dibagi  dua tempat supaya tidak terjadi kerumunan massa. Pemotongannya tetap di halaman  sekolah belakang Masjid, sedangkan pembagiannya di gudang yang sedikit jarak dari lokasi pemotongan.

Jumlah hewan kurban di Masjid Agung Nurul Falah yakni sapi 19 ekor dan kambing 55 ekor.

“Semua kegiatan pemotongan hewan kurban dan pembagian kita atur sesuai protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan massa maka dipisah jadi dua tempat dan total hewan kurban Masjid Agung Nurul Falah yakni sapi 19 ekor dan kambing 55 ekor,” jelas Akmal. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *