TMMD di Ende, Ini Kata Ketua Tim Pengawas dari Mabes TNI

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Marsma TNI AU Tyas Nur Adi, mengapresiasi pelaksanaan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) ke-108 di Kabupaten Ende.

Menurut Nur Adi, apa yang dikerjakan oleh para prajurit dan ditambah dengan dari aparat kepolisian serta warga masyarakat sudah luar biasa dengan medan yang luar biasa menantang.

Bacaan Lainnya

“Salut saya kepada prajurit dan masyarakat kedua desa, excellent, luar biasa,” kata Nur Adi saat memonitor langsung pelaksanaan TMMD, Rabu (22/7/2020), di Desa Reka, Kabupaten Ende.

Hadir dari Mabes juga Kol.Lek Agus Syamilin Hotami. Selain itu yang mewakili Komandan Korem 161/Wirasakti Kolonel Seniman Zega. Mewakili Bupati Ende, Asisten I, Abraham Badu,Wakil Ketua DPRD Ende, Erikos Emanuel Rede, Kapolres Ende, AKBP Albertus, serta para perwira TNI maupun Polri lingkup Kabupaten Ende.

Nur Adi mengatakan, atas perintah dari KASAD untuk melakukan pengawasan dan evaluasi,  dirinya datang langsung dan melihat aktivitas membuka jalur jalan dari Desa Reka menuju Wolokota.

Menurut dia, apa yang dilihat sangat luar biasa mengingat medan yang sangat berat dan kontur tanah sangat sulit untuk dikerjakan. “Toh, TNI dalam manunggalnya bersama rakyat membuka jalur jalan tersebut,” kata Nur Adi.

Di hadapan warga masyarakat Desa Reka dan Desa Wolokota, Nur Adi mengatakan, tujuan dari TMMD ini salah satunya adalah untuk meningkatkan perekonomian dan pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, lanjut dia,TNI hadir untuk itu.

Diakuinya, meski belum bisa tembus hingga ke Desa Reka, namun secara kubikasi sudah melampaui rencana. Untuk itu ke depannya dirinya berharap kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan pembukaan jalan tersebut hingga Desa Reka.

Kolonel Seniman Zega dari Korem Wirasakti Kupang juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh jajaran TNI di Ende. Zega melihat ada sinergitas antara TNI dengan pemerintah karena dengan membuka jalur jalan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Disebutkannya, desa-desa yang terisolir menjadi perhatian serius karena itu tidak bisa tidak lanjut. “Melalui TMMD ini  tentara berupaya untuk sebisa mungkin membantu,” kata Zega.

Sementara Dandim 1602/Ende, Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, mengatakan,dengan waktu 60 hari yang diberikan pihaknya belum bisa menuntaskan pekerjaan karena medannya sangat menantang.

“Seharusnya pra TMMD hanya diberikan waktu satu minggu namun saya minta izin Korem 30 hari dan diizinkan. Ini karena sulitnya medan,” ujar Fuad Suparlin.

Ditanya soal pemilihan lokasi meski berat, Fuad  Suparlin mengatakan TNI ingin agar masyarakat merdeka, merdeka dari jalan, listrik ataupun signal. Karena itu pemilihan membuka akses jalan dari Reka menuju Wolokota adalah tepat.

“Mereka belum merdeka selama 74 tahun ini. Karena itu pembukaan jalan adalah bagian dari upaya memerdekakan mereka,” kata Dandim saat diwawancarai secara terpisah.

Meski baru 2,3 kilometer namun target kubikasi tercapai. Dirinya berharap ke depannya bisa dilanjutkan kembali. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *