Sumba Tengah Heboh, Muncul Percikan Api dari Kali

  • Whatsapp

WAIBAKUL KABARNTT.CO—Warga Sumba Tengah, tepatnya di wilayah Umbu Langang, digegerkan dengan air kali berbau minyak tanah dan sempat mengeluarkan percikan api.

Bukan hanya itu, percikan api tersebut juga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di wilayah tersebut dengan luasan hampir 10 are.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Umbu Langang, Martinus Djawa Harang, ketika dikonfirmasi kabarntt.co lewat telepon seluler, Minggu (6/9/2020), membenarkan kejadian langka itu.

Djawa Harang  mengatakan, kali di wilayah tersebut diduga terkontaminasi minyak tanah. Karena bau yang keluar dari kali tersebut adalah bau minyak tanah.

Djawa Harang mengakui jika minyak tanah tersebut berasal dari kali yang menjadi sumber air, bukan kesengajaan warga menumpahkan minyak tanah ke dalam kali tersebut.

“Memang kejadian awal saya tidak ikut persis. Saya mendengar informasi dari masyarakat yang baru pulang dari gereja. Ketika saya tiba di tempat kejadian api sudah padam dan saya turun untuk memastikan dengan mencium bau dari air tersebut. Benar bau minyak tanah dan sangat panas, sehingga saya minta masyarakat supaya hati-hati dengan sumber air tersebut,” tutur Djawa Harang.

Menurutnya, percikan api yang bersumber dari air tersebut sempat menyebabkan kebakaran hutan di sekitar kali dengan  luasan sekitar 10 are. Beberapa pohon bahkan pun terbakar.

Djawa Harang telah mengambil sampel air kali tersebut untuk dijadikan bukti dan akan melakukan koordinasi dengan tim kabupaten dan juga petugas Matalawa (Hutan Lindung) agar melakukan penelitian secara detail.

“Saya juga sudah mengambil sampel air dari kali. Warnanya hitam pekat, padahal biasanya air di kali tersebut sangat bersih, saya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, dan juga petugas dari Hutan Lindung karena tempat kejadian tersebut masih dalam wilayah Hutan Lindung,” katanya.

Lebih lanjut Djawa Harang mengatakan, kejadian itu tepat di RT 10, RW 6 Desa Umbu Langang, Sumba Tengah, sekitar 100 meter dari jalan umum.

Pihaknya juga menghimbau masyarakat agar berhati-hati di wilayah tersebut, karena aliran air yang terkontaminasi sangat besar.

“Memang tadi masyarakat sempat panik karena kebakaran yang disebabkan oleh air kali tersebut, sehingga saya himbau agar berhati-hati juga. Kita tidak tahu alam punya mau dan keadaan panas seperti ini,”  katanya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *