Stanting Jadi Perhatian, PKK Lembata Akan Lakukan Pendataan Kembali

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti, SE, mengatakan, tingkat stanting di Kabupaten Lembata cukup tinggi.

Hal ini disampaikan Damayanti  saat menghadiri Jambore PKK di Kecamatan Lebatukan, Selasa (22/9/2020).

Bacaan Lainnya

Damayanti  juga mengaku, setiap desa di Kabupaten Lembata masih terdapat kasus stanting.

“Tugas kita sama-sama menekan angka stanting di Kabupaten Lembata. Kesulitan kita saat ini di posyandu belum ada alat ukur untuk menentukan stanting,” terangnya.

Damayanti  menduga data stanting saat ini yang dipegang oleh pihaknya belum akurat.  Pasalnya, kader posyandu dan PKK belum paham betul cara ukurnya.

Dia memberikan contoh, dalam satu desa terdapat 30 kasus stanting. Namun, setelah diukur kembali ada data yang mengalami kesalahan.

“Kami rencananya mau melakukan survai lagi untuk mengecek kekuatan datanya.  Kita juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menekan angka stanting,” jelas Damayanti .

Sementara itu, Camat Lebatukan, Piter Ruing, mengatakan, angka stanting di desa pada kecamatannya turun hingga 50 persen.

“Di setiap desa tercatat ada 10 sampai 15 kasus stanting. Cuma kemarin per akhir Agustus sudah turun hingga 6 kasus,” bebernya.

Menurutnya, kader posyandu dan PKK merupakan ujung tombak dari penekanan angka stanting dan gizi buruk. Pihaknya akan menggandeng kader posyandu dan PKK untuk program minum air kelor setiap hari Jumat.

Melihat kondisi geografis di Kabupaten Lembata, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan sayuran untuk dikonsumsi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kelor menjadi solusi pemenuhan gizi keluarga.

“Per 1 Oktober kita mencanangkan penanaman pohon kelor di setiap halaman rumah. Ini salah satu cara untuk mencegah stanting dan gizi buruk,” pungkasnya. (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *