Perkuat Pelacakan Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sumba Timur

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Dari data percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur per Kamis (26/11/2020), tercatat pasien sembuh mencapai 29 kasus dari 32 total jumlah kasus. Sedangkan yang dirawat 1 kasus dan meninggal 2 kasus.

Pengendalian pencegahan penyebaran Covid-19 sepenuhnya ada pada masyarakat, sehingga masyarakat dituntut tetap mengindahkan protokol kesehatan seperti 3M dalam beraktivitas di luar rumah.

Bacaan Lainnya

Kabid  P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Litelnoni, Jumat (27/28/2020), mengatakan, kasus positif Covid-19 di Sumba Timur yang dirawat tersisa satu kasus, yakni 032 dan 29 kasus lainnya sudah sembuh dan sudah dipulangkan.

“Saat ini di Sumba Timur tersisa satu kasus yang dirawat dan yang lainnya sudah sembuh. Mari kita selalu terapkan 3M dalam beraktivitas di luar,” seru Litelnoni.

Litelnoni  mengatakan, hari ini Kabupaten Sumba Timur kembali mengirim 31 sampel swab dengan helikopter. Sampel-sampel tersebut merupakan kontak langsung dengan satu kasus positif di Kupang.

“Yang bersangkutan datang di Waingapu dalam kegiatan tugas sehingga kami langsung melakukan trecing untuk memastikan penyebaran Covid-19 dengan siapa saja yang kontak dengan yang betsangkutan,” tegas Litelnoni.

“Ada 31 orang yang kontak dengan satu kasus positif di Kupang. Karena yang bersangkutan mempunyai riwayat perjalanan dari Waingapu setelah dinyatakan positif, sehingga tim gugus langsung melakukan pelacakan dan pengambilan swab. Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masyarakat,” tegasnya.

Tim Gugus Sumba Timur, kata Litelnoni, sangat cepat mengantisipasi penyebaran Covid-19. Langkah pencegahan dilakukan dengan melakukan trecing secara detail atau pelacakan secara memyeluruh, sehingga jika ada info kasus positif tim akan melakukan pelacakan secara cepat dan mendetail.

“Ya kami lebih banyak memperketat di tercing atau pelacakan jika ada info kasus positif, karena dengan melacak kami dengan mudah mengantisipasi penyebarannya di tengah masyarakat” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *