Pengungsi Gunung Lewotolok Masih Trauma

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Warga pengungsi erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, masih trauma dengan letusan gunung api yang lebih dikenal dengan nama Gunung Ile Ape ini.

Hingga Senin (30/11/2020) malam pukul 20.00 Wita jumlah pengungsi mencapai 5.526 orang.

Bacaan Lainnya

“Data terakhir dari posko pengungsian bertambah dengan jumlah sebanyak 5.526 orang,” kata Koordinator Pengungsi Asisten III Setda Lembata, Wenseslaus Ose, melalui pesan whatsapnya, Senin (30/11/2020) malam  pukul 20.00 Wita.

Para pengungsi ini tersebar di tujuh titik pengungsian yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata.

Tujuh titik pengungsian tersebut  tersebar antara lain kantor bupati lama, Aula Ankara, Kelurahan Lewoleba Tengah, Tapolangu, Desa Baopana dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah dan di Kampung Parek.

Sementara itu, Paula Naomi Pasan, warga Desa Aulesa, Kecamatan Ile Ape Timur mengatakan, pasca meletusnya Gunung Lewotolok dirinya merasa takut, panik dan trauma karena menyaksikan secara langsung meletusnya gunung tersebut.

“Kami masih trauma karena menyaksikan langsung waktu gunung meletus,” ujar Paula.

Dari pantauan media di lokasi pengungsian, tampak warga masih trauma dengan erupsi hingga meletusnya Gunung Lewotolok, Minggu (29/11/2020), pagi.  (ars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *