Misbar Eks Teluk Kupang Kembali Dikerjakan

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO–Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengapresiasi  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terus memberikan perhatian kepada Pemerintah Kota Kupang.

Jefri menyampaikan hal ini pada rapat pembahasan lanjutan rencana revitalisasi pembangunan misbar di Lokasi Eks Teluk di Sotis Hotel, Rabu (7/10).

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Kupang, kata Jefri, mengharapkan adanya suatu progres terhadap pengerjaan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu dan hari ini ada perhatian yang luar biasa untuk kelanjutan proyek ini.

Karena proyek ini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Kupang untuk membantu masyarakat Kota Kupang dalam menunjang ekonomi dan  peningkatan seniman-seniman, juga senagai tempat rekreasi baru.

Jefri mengatakan, tempatnya sangat strategis, bisa menjadi tempat selfie pagi dan sore.

“Itu nantinya akan menjadi tempat hiburan masyarakat Kota Kupang. Karena membuat misbar cocok dengan rencana dengan program kementerian. Kami berterima kasih atas perhatian khusus karena kementerian mau membangun misbar di Kota Kupang karena tidak semua daerah mendapatkan ini. Oleh karena itu tanggung jawab pemerintah kota adalah mendukung pengerjaan ini. Kami sangat senang membantu apapun kendala yang dihadapi bisa disampaikan. Termasuk kendala pengangkutan barang kami dengan senang hati membantu,” tuturnya.

Misbar akan menjadi tempat tujuan wisata khusus bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya keluarga muda yang ingin menikmati sun rise dan sun set di tempat ini.

Ini suatu langkah awal untuk menata Kota Kupang sehingga hiburan yang sangat terbatas bisa ditambah lagi dengan banyak hiburan, agar anak muda tidak lebih banyak duduk di rumah saja.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupamg, Yanuar Dally, menyampaikan pengerjaan lanjutan Misbar sudah ditandatangani kontrak dengan pemenang tender baru pada Jumat (2/10/2020)  lalu.

Yanuar mengatakan pengerjaan misbar selama ini mengalami kendala oleh kontraktor sebelumnya. Sebenarnya misbar berdasarkan kontrak sudah selesai dikerjakan pada Desember 2019 namun diadendum hingga awal tahun 2020. Tapi sampai pada awal tahun juga pengerjaan tidak bisa diselesaikan pekerjaannya sehingga Kementerian Pariwisata, Baparekraf melakukan pemutusan kontrak. Kemudian ditenderkan kembali dan sudah ada pemenang, kontraknya telah ditandatangani Jumat (2/10/2020).

Kendala pengerjaan yang tidak selesai pada tahun lalu, kata Yanuar, karena kontraktor berasal dari luar NTT mengalami kesulitan pengadaan material seperti bambu. Karena speknya harus memenuhi ketentuan dari Kementerian. Kemudian pendropingan bahan bangunan dari Surabaya juga terkendala.  (sta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *