Ini Pesan Dandim 1601/Sumba Timur Agar Terhindar dari Covid-19

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Terus bertambahnya pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur dari klaster pilkada mencemaskan warga. Karena itu mengoreksi dan memproteksi  diri sendiri sangat penting memutuskan rantai penyebaran  Covid-19.

Pesan ini disampaikan Dandim 1601 / Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto. S.E, M.I. Pol, di ruang kerjanya, Jumat (18/12/2020).

Bacaan Lainnya

Siswanto mengakui  penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur cukup mencemaskan warga. Menyikapi penambahan pasien kasus Covid-19 tersebut, kata Siswanto, jalan paling baik adalah memiliki kesadaran akan bahaya virus ini.

Kesadaran itu di antaranya dengan patuh menerapkan 4M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan massa.

“Mengoreksi dan memproteksi diri itu sangat penting dalam mengantisipasi penyebaran atau paparan Covid-19 dalam diri kita atau pun keluarga kita. Kenapa? Jika kita saja lalai dalam menerapkan 4M bagaimana dengan orang lain? Oleh karena itu, coba dari diri kita sendiri, taat memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Jika kita sudah melakukan ini maka kita sudah menghindari paparan Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut Siswanto mengatakan, secara meluas kita tidak bisa memutuskan rantai penyebaran Covid-19. “Namun kita bisa memulai dari kita sendiri dulu dengan disiplin, setelah itu keluarga kita, komunitas kita, bahkan organisasi kita, kemudian melebar di masyarakat. Dengan rantai kesadaran ini, maka saya sangat percaya kita akan memutuskan rantai penyebaran Covid-19 secara luas secara pasti,” urainya.

Siswanto juga sepakat agar kegiatan-kegiatan atau acara-acara yagn mengakibatkan kerumunan massa ditiadakan. Namun jika kondisi urgen, maka tidak boleh terlalu lama dan dipastikan sirkulasi udara tetap normal.

“Saya harapkan semua pihak mulai dari diri, pribadi masing-masing sebagai pelopor dalam mencegah bertambahnya pasien Covid-19. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain jadilah selalu pribadi yang menerapkan 4M secara sadar dan disiplin, biasakan membawa masker lebih yang higienis dalam saku untuk bisa berbagi kepada saudara kita yang tidak menggunakan masker, selalu menciptakan lingkungan di sekitar diri kita bersih, nyaman, dan sehat, apabila akan bepergian jauh dan baru datang dari bepergian jauh untuk selalu tes rapid antigen secara pribadi,” paparnya.

Siswanto kurang sependapat dengan penambahan kasus Covid-19 dikaitkan dengan klaster pilkada. Karena, menurutnya, hanya ivennya saja yang menyebabkan kerumunan dan terpapar. Namun jika dalam iven tersebut masyarakat sadar dengan 4M, maka tidak mungkin terpapar, dan juga selepas pilkada dan masyarakat tidak mentaati protokol dan terpapar pasti bertambah.

“Mari dengan kesadaran penuh kita terapkan 4M dan saling mengingatkan jika kita lalai menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat harus menerapkan 4M dan Satgas dan Pemerintah ya 3T, yakni Trecing, Test dan Treatment,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *