Ini Cara Pemkab Malaka Pertahankan Opini WTP

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO–Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS) meminta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mempertahankan  opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun buku  2019 yang sudah diraih.

Pemkab Malaka sangat serius mempertahankan predikat. Wujudnya ditandai dengan penyematan PIN Pertahankan WTP pada momen upacara peringatan HUT ke 75 RI tingkat Kabupaten Malaka, Senin (17/8/2020).

Bacaan Lainnya

Bupati SBS dalam pidato peringatan HUT ke 75 RI di Lapangan Umum Kota Betun ketika itu mengungkapkan, PIN yang disematkan di  dada merupakan kebulatan tekad untuk meraih impian: mempertahankan WTP yang baru saja diraih.

“PIN ini harus dikenakan oleh semua kita yang menggunakan uang APBD di mana saja kita bertugas agar  menggunakan uang dengan baik,”  pesan SBS.

Bupati SBS mengatakan, opini WTP diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI  Perwakilan NTT ini   karena telah memenuhi 5 kriteria dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah.

Karena itu, kata SBS, keliru kalau capaian ini dikaitkan dengan kasus korupsi “Opini WTP  tidak ada kaitannya dengan korupsi. Korupsi   itu perbuatan individu. Jadi jangan salah paham atau istilah sekarang  gagal paham,” tegas SBS.

Bupati SBS menguraikan simbol-simbol yang ada pada PIN yang mengandung makna penting.  Logo Kabupaten Malaka mengandung arti identitas Kabupaten Malaka.

Tulisan, “Pertahankan WTP Malaka” di bawahnya tertera gambar pria dan wanita mengenakan busana Malaka sambil memegang sertifikat WTP memberi arti   semangat untuk mempertahankan opini  WTP.

Ada 6 anak tangga dengan 3 warna berbeda. Dua anak tangga terbawah diberi warna hitam. Ini melambangkan 2 tahun pertama Kabupaten Malaka, yaitu Tahun 2014 dan 2015 dimana Kabupaten Malaka meraih opini disclaimer.

Kemudian 3 anak tangga berikutnya diberi warna silver. Ini adalah simbol opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diraih Kabupaten Malaka selama 3 tahun pertama kepemimpinan Bupati  SBS di Kabupaten Malaka.

Sedangkan anak tangga ke enam atau yang terakhir diberi warna emas ini adalah simbol tahun 2019, tahun ke-6 setelah berdirinya Kabupaten Malaka atau tahun ke-4 Bupati SBS memimpin Malaka dan Malaka meraih opini WTP.

Penyematan PIN dilakukan  secara estafet. Bupati Malaka dan Wakil Ketua DPRD Malaka menyematkan PIN di dada sendiri. Kemudian bupati menyematkan PIN di dada Sekda Malaka.

Selanjutnya Sekda Malaka menyematkan di dada Asisten I, Asisten II, Asisten III, Kepala Inspektorat, Kepala Badan Keuangan dan Kepala Dinas Kesehatan.

Penyematan kemudian dilanjutkan oleh para pejabat kepada struktur di bawahnya hingga Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi dan Kepala Desa. Rangkaian panjang penyematan PIN ini menunjukkan bahwa opini WTP diraih berkat kerja sama seluruh elemen.  (abr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *