Ikut Pelatihan Mebel, Penghuni Lapas Lembata Senang

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lembata, senang dan antusias mengikuti pelatihan membuat mebel dari bahan bambu, Jumat (17/7/2020).

Pelatihan ini difasilitasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mensa dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Lembata.

Warga binaan penuh semangat dan sangat antusias mengikuti pelatihan membuat kursi dan meja dari bahan bambu di bawah arahan instruktur Jefri Tukan.

Laurensius Laba, salah seorang warga binaan, mengatakan  bangga bisa mengikuti pelatihan ini.

Laba mengatakan, selain menjalani masa kurungan, mereka juga bisa mengikuti pelatihan membuat mebel bambu yang tentu bermanfaat saat mereka selesai menjalani masa kurungan.

“Kami mau membuktikan kepada masyarakat bahwa di dalam penjara kami masih bisa memperoleh keahlian yang baru, dan kami akan membuktikan kalau kami bukan orang terbuang lagi,” tegas Laba.

Warga Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, ini menambahkan dengan pelatihan membuat mebel dari bambu mereka mau membuktikan kalau mereka masih bisa bekerja lagi di tengah masyarakat.

“Di penjara kami memang sering merasa jenuh, tapi dengan pelatihan semacam ini rasa jenuh kami akan hilang. Kami bisa rasa terhibur karena dapat ilmu yang baru,” imbuhnya.

Valentinus Ola, pimpinan Mensa Lembata, menyebutkan pelatihan membuat mebel itu berlangsung selama dua hari sejak Kamis (16/7/2020). Usai pelatihan para peserta akan diberikan sertifikat keahlian.

“Dengan pelatihan ini mereka punya skill dan bebas dari penjara bisa berkompetisi di luar dengan skill yang ada,” kata Valens.

Kepala Lapas Kelas III Lembata, Andreas Wisnu Saputro, mengemukakan bahwa output dari pelatihan kemandirian membuat mebel yang dicanangkan oleh LSM Mensa itu adalah perangkat kursi dan meja yang terbuat dari bahan bambu. Dengan bekal kemampuan yang ada, mereka bisa membuat jenis furniture lainnya jika sudah terjun ke tengah-tengah masyarakat.

“Mereka diseleksi sesuai minat dan bakat. Setiap tahun dari internal kami juga ada pelatihan kemandirian. Ada empat paket dan tidak menutup kemungkinan dari pihak luar yang memberi pelatihan,” kata Wisnu. (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *