Di Sumba Timur, PMI Dijemput Sesuai Protokol Covid-19

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT mulai berdatangan, kembali ke kampung halaman. Ketika tiba di NTT, mereka dijemput  sesuai protokol Covid-19.

Di Sumba  Timur sejauh ini sudah satu orang PMI yang pulang ke Sumba. PMI asal Desa Praiwora, Kecamatan Kambajawa, Sumba Timur ini bekerja di Singapura.

Sesaat setelah tiba di Waingapu, PMI ini langsung dikarantina terpusat di Hotel Cendana Waingapu.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Timur, Nico Pandarangga, Kamis (9/7/2020), di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi baik dengan pemerintah tingkat pusat, provinsi maupun tingkat daerah untuk penanganan kepulangan PMI di tanah air.

“Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, baik itu dengan pemerintah pusat, provinsi maupun di daerah agar penanganan kepulangan PMI sesuai dengan protokol kesehatan. Apalagi mereka ini dari negara lain sehingga benar-benar ditangani dengan baik agar tidak ada penyebaran Covid-19,” jelas Pandarangga.

Pandarangga  mengatakan, selain berkoordinasi dengan Tim Gugus Penanganan Covid-19, mereka juga memiliki Satgas yang sudah terbentuk khusus untuk tenaga kerja, sehingga mempermudah seluruh proses pendataan dan penanganan PMI.

“Kami memang sudah punya satuan kerja yang terdiri dari TNI-Polri dan juga beberapa dinas terkait, sehingga ini menjadi kemudahan bagi kami dalam pendataan dan penanganan PMI yang akan pulang ke daerah,” kata Pandarangga.

Pandarangga  merinci data PMI dan juga tenaga kerja yang bekerja dalam negeri yang tercatat di Dinas Transmigrasi dan Tenaga kerja Kabupaten Sumba Timur,  yaitu pekerja Migran Indonesi (PMI) yang terdata mencapai 419 orang dan juga tenaga kerja dalam negeri mencapai 98 orang.

“Data di atas merupakan data yang secara legal yang terdata di dinas, namun yang tidak terdata (ilegal)  mungkin lebih banyak. Memang ini menjadi kerja keras kami agar masyatakat dapat melapor jika ada keluarga yang mau pulang dari luar negeri, sehingga mendapatkan penanganan yang baik,” himbaunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *