Betapa Baiknya Pemkab Malaka ‘Garuk’ Lahan Petani

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Pemerintah Kabupaten Malaka benar-benar serius memperhatikan masyaakat Malaka yang sebagian besar bermata pencaharian bertani. Bukti perhatian itu adalah mengerahkan  traktor besar menggarap lahan petani di 12 kecamatan menjelang musim tanam sekarang.

Setiap hari, seperti dirujuk dari kupang.tribunnews.com, Kamis (3/12/2020), traktor-traktor menggaruk lahan kering yang ada agar ketika musim hujan tiba petani tidak kesulitan.

Bacaan Lainnya

Sampai posisi Senin  (30/11/2020), luas lahan petani yang ada di 12 kecamatan yang telah dipacul gratis mencapai 2.015,22 hektar.

Dari data tertulis  yang dirilis Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Malaka,  Selasa (1/12/2020), menyebutkan, lahan yang telah dipacul  gratis seluas 2.015,22 hektar dengan perincian di Kecamatan Wewiku seluas 351,16 hektar, di Kecamatan Malaka Barat seluas 285,98 hektar.

Di Kecamatan Weliman seluas 276,89 hektar, di Kecamatan Rinhat seluas 73,11 hektar, di Kecamatan Malaka Tengah seluas 265,58 hektar, di Kecamatan Kobalima seluas 324,32 hektar, di Kecamatan Kobalima Timur seluas 25,63 hektar.

Di Kecamatan Malaka Timur seluas 52,77 hektar, di Kecamatan Sasitamean seluas 126,82 hektar, di Kecamatan Laenmanen seluas 151,62 hektar, di Kecamatan Botin Leobele seluas 27,74 hektar dan di Kecamatan Io Kufeu seluas 53,60 hektar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan  (TPHP) Malaka, Nikolaus Seran, sebelumnya menegaskan, sasaran pacul lahan terutama pada lahan tidur milik rakyat yang selama ini belum pernah dipacul.

Salah seorang petani di Kecamatan Weliman, Farida Hoar, menyampaikan rasa syukur pada Pemkab Malaka terkait program Revolusi Pertanian Malaka (RPM). Selama ini para petani mengolah lahan menanti hujan turun harus menyewa traktor untuk bajak tanah. Tetapi dengan hadirnya program RPM, petani terbantu karena dinas teknis menurunkan traktor besar menggaruk tanah.

“Kalau dulu bajak tanah pakai traktor tangan butuh waktu lama. Tapi sekarang dengan traktor besar dalam hitungan jam saja sudah dipacul semua lahan tidur yang ada. Lagipula kami tidak perlu buang biaya lagi karena pacul gratis,” jelas Hoar (*/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *