1 Positif Covid-19, Warga Satu Desa Ini Diisolasi

  • Whatsapp

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Satu warga Desa Babukerong, Kecamatan Nagawutung, Lembata terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien positif  ini berasal dari Klaster Makassar.

Tak ayal, seluruh warga Desa Babukerong dilarang bepergian. Warga luar bahkan dilarang masuk ke Babukerong.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali,  memerintahkan Kadis Kesehatan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Pertanian, Kaban Kesbang, Kadis Budpar, Kasat Pol-PP, Camat Nagawutung untuk menutup akses keluar masuk Desa Babukerong, selama tiga hari mulai Minggu (19/7/2020) sampai dengan hari Selasa (21/7/2020).

“Dengannya, seluruh masyarakat Desa Babokerong dilarang bepergian atau keluar dari desa yang bersangkutan, termasuk melarang siapapun masuk ke Desa Babokerong selama 3 hari,” tandas Paskalis Ola Tapobali.

Seda Lembata ini ini memerintahkan aparatnya untuk melakukan tracing. “Tim surveillance melakukan tracing kontak terhadap mereka yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan. Pelaksanaan kegiatan tracing dilakukan mulai besok (Minggu, 19/7/2020–Red) dan melaporkan hasilnya kepada Bupati Lembata selaku Ketua Gugus,” tandas Tapobali kepada para kadis.

Dia juga minta agar dipastikan adanya pengawasan yang ketat oleh masyarakat atau tetangga sekitar, pemerintah desa, gugus tugas kecamatan dan desa terhadap perilaku yang bersangkutan, agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Jika dalam pemantauan dan pengawasan, terdapat gejala atau indikasi negatif, segera merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit,” tandas Tapobali.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, mengaku sedih sebab usaha kerasnya menghindarkan wilayah Lembata dari wabah Covid-19 akhirnya jebol juga. Sejak Sabtu (18/7/2020), Lembata masuk zona merah Covid-19.

“Itulah. Sedih memang. Tingkatkan kesadaran secara personal, bahwa virus Covid-19 ini sangat berbahaya sehingga harus benar-benar dan serius mengikuti protokol kesehatan dan jangan anggap ini hal yang biasa-biasa saja,” tegas Sunur.(yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *