Tempel Stiker Tunggak Pajak Bukan Sebuah Prestasi

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Langkah Pemerintah Kota Kupang memasang stiker tunggak pajak  di perusahaan penunggak pajak bukan trik yang baik memberikan efek jera bagi  penunggak pajak. Alasannya, cara ini sudah dilakukan dari tahun ke tahun tanpa banyak hasil.

Pendapat ini dikatakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang,  Jemari Yoseph Dogon, Jumat (2/7/2021), merespon pemasangan stiker  di empat perusahaan yang menunggak pajak.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, empat perusahaan besar di Kota Kupang yang menunggak pajak yakni  Imperial World yang mencapai  Rp 1 miliar;  Trans Mart Rp 500 juta;  Kelapa Restorant & Sky Lounge Rp 100 juta dan Bread Baker Rp 71 juta.

Menurut Dogon, langkah Pemkot Kupang menempelkan stiker penunggak pajak bukan tidak perlu.

“Namun memberikan sanksi dengan penempelan stiker bukan menjadi trik yang baik dalam memberikan efek jera bagi para penunggak pajak. Karena hal ini sudah dilakukan dari tahun ke tahun oleh Pemerintah Kota Kupang sampai sekarang, namun tetap masih banyak yang menunggak pajak,” kritik Dogon.

Dogon bahkan mengatakan,  pemasangan stiker  bukan prestasi pemerintah dalam penanganan tunggakan pajak di Kota Kupang, khususnya pajak restoran dan hotel serta pajak lainya, apabila masih tercantum di dalam piutang pajak baik LHP maupun LKPJ.

“Jadi kalau setiap tahun masih mencantum masalah yang sama, ya saya anggap pemerintah belum menunjukkan sebuah prestasi,” tegas Dogon.

“Intinya pajak itu tidak boleh nunggak, itu prinsip. Karena pajak merupakan sumber utama pendapatan daerah dan secara rutin dievaluasi secara baik,” seru Dogon.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang harus kreatif menciptakan terobosan-terobosan atau trik-trik untuk memberikan sosialisasi yang baik kepada seluruh perusahaan dan pelaku usaha di Kota Kupang agar sadar akan pentingnya membayar pajak.

“Contoh di Manggarai Barat, mereka berani memasang spanduk atau baliho besar di sebuah perusahaan penunggak pajak lengkap dengan tahun serta besaran pajak yang nunggak. Mungkin dengan trik ini bisa memberi efek jera atau motivasi agar tahun-tahun yang akan datang tidak lagi nunggak,” imbuhnya.

Dogon mengingatkan,  sumber pendapatan yang besar datang dari pajak. Karena itu pemerintah harus menunjukkan peningkatan pendapatan dari pajak itu secara baik. Jika pendapatan dari sektor pajak naik, barulah  bisa dikatakan pemerintah sukses dan layak mendapat pujian dari masyarakat.

“Kita paham bahwa tahun 2020 ada pandemi Covid-19 dan tahun 2021 ada seroja. Bahkan covid masih sambung sampai sekarang. Itu boleh-boleh saja, tetapi masalah pajak ini tidak boleh diabaikan,” katanya.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *