Sherly Irawati, Kesempatan Belajar Bersinergi dengan Golkar

  • Whatsapp

Melebarkan sayap usahanya ke beberapa kabupaten di NTT, bahkan tembus hingga ke tanah Papua adalah bukti totalitas  Sherly Irawati, SH, pada jalan panggilannya sebagai pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Totalitasnya sebagai seorang pengusaha.

Tekun, ulet, inovatif, pandai membaca peluang dan kuat berjejaring, diakui Sherly, merupakan modal utama seorang pengusaha. Itu sebabnya ketika namanya disebut sebagai salah satu bakal calon Wakil Bupati  Sikka oleh  Partai Golkar, Sherly sangat antusias.

Bacaan Lainnya

“Selama dunia politik itu bersinergi dengan apa yang saya buat selama ini, berkecimpung dengan UMKM, mendorong perempuan untuk mandiri dan berkontribusi untuk memperbaiki ekonomi masyarakat, kenapa tidak saya belajar untuk berpolitik di Partai Golkar,”  kata Sherly kepada kabarntt.co, Rabu (27/5/2021).

Sherly Irawati

Sebelumnya, Rabu (19/5/2021) lalu, Partai Golkar NTT mengumumkan nama-nama para bakal calon kepala daerah di NTT, baik itu bupati-wakil bupati, Walikota-Wakil Walikota Kupang juga Gubernur-Wakil Gubernur NTT.

Melalui sambungan telepon dari Kupang, Sherly mengatakan sangat antusias dengan pengumuman nama-nama para bakal calon kepala daerah  oleh Partai Golkar.

Di Sikka, Sherly dikenal sebagai pengusaha sukses yang sudah lama bergelut di sektor UMKM. Usahanya sudah merambah ke beberapa kabupaten di NTT seperti di Ngada dan Timor Tengah Selatan (TTS), bahkan sudah melebarkan sayap sampai ke Papua.

Lulusan SDK Santo Joseph Kediri, Jawa Timur tahun 1983 ini memang sangat konsisten dengan UMKM. Dengan total di sektor ini, Sherly ingin  membantu perempuan muda di Sikka untuk mandiri dan memperbaiki ekonomi keluarga.

Fokus pada produk-produk kerajinan tangan untuk suvenir. Sepatu motif, sandal motif, anting motif, kalung otif, ikat pinggang motif, tas motif, gelang motif, topi motif, masker motif, gantungan kunci, kopia, dasi motif dan produk lainnya. Sherly bahkan sudah mempunyai galeri suvenir produk asli Sikka.

“Pada awalnya memang karena saya peduli dengan limbah dari tenun itu sendiri yang belum terolah dengan baik di Kabupaten Sikka. Dari situ saya mencoba membuat sesuatu dengan mendaur ulang sisa-sisa atau limbah dari tenun-tenun tersebut kemudian kita kembangkan. Dan puji syukur diminati. Dengan begitu saya kembangkan pelatihan-pelatihan. Awalnya memang di seputaran Kabupaetn Sikka, kemudian berkembang ke lintas kabupaten seperti ke TTS, Ngada, dan berkembang lintas provinsi yakni sampai ke Papua,” tutur juara berbakat tata rias pengantin ini.

Lanjut mantan Ketua IWAPI Kabupaten Sikka ini, bergelut dengan UMKM memang adalah cita-citanya dari kecil. Dengan bergelut di UMKM, Sherly menegaskan jati dirinya sebagai pelaku UMK.

“Saya memang bergerak di UMKM. Sebelumnya juga adalah Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha  Indonesia) Kabupaten Sikka. Berkembang dan menjadi ketua di  Asosiasi Pelaku UMKM dan Ekaraf Kabupaten Sikka (AKUSIKA) sampai saat ini,” imbuh alumna SMPN 1 Kediri tahun 1986 itu.

Menurut instruktur kerajinan suvenir itu, memperjuangkan nasib pelaku UMKM terutama perempuan Sikka dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu adalah cita-citanya dari dulu. Sejauh ini dia tetap bertahan dengan tekad ini.

“Intinya pergerakan saya memperjuangkan nasib pelaku UMKM terutama perempuan sikkka, pemberdayaan UMKM terlebih para perempuan untuk berkarya mandiri akan sangat membatu dan mendorong pertembuhan ekonomi daerah di Sikka,” tegas lulusan Universitas Surabaya tersebut.

Terkait namanya ikut dijaring Partai Golkar sebagai salah satu bakal calon Wakil Bupati Sikka, Shely sangat  mengapresiasi. Dia berterima kasih kepada Partai Golkar yang memberi kesempatan dan ruang yang besar baginya dan bagi kaum perempuan untuk belajar di dunia politik dan hingga bisa sejajar dengan para pemimpin di Kabupaten Sikka.

Sherly Irawati di galerinya

”Awalnya saya mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar yang sudah berkenan memberikan saya kesempatan untuk masuk dalam penjaringan yang dilakukan dan sejajar dengan pemimpin dan kader serta politikus di Kabupaten Sikka. Namun memang untuk ke depan, karena saya bergerak di UMKM saya konsisten di UMKM juga. Saya belum memiliki pemikiran untuk terjun di dunia politik. Tetapi jika dunia politik bisa bersinergi dengan apa yang saya lakukan selama ini, kenapa tidak saya belajar untuk terjun ke dunia politik tersebut?” jelas pengelola Home Indutri JB Ethnic tersebut.

Ketua AKUSIKKA ini mengakui dunia politik masih sangat awam baginya.  Namun  juga menjadi tantangan yang sangat besar untuk bersosialisasi dengan politus-politikus handal.

“Karena saya orang baru di dunia politik, maka saya belum tahu saya harus seperti apa nantinya. Kita akan lihat ke depannya seperti apa. Karena ini dunia yang awam bagi saya sekaligus tantangan, juga untuk belajar. Memang harus bersosialisasi dengan teman-teman di dunia politik,” tandasnya. (ambu prailiang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *