PHK dengan PT SIM, Pemda NTT Kehilangan Potensi PAD Rp 1 M

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Pemerintah Daerah (Pemda) NTT kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 1.020 miliar akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM) yang mengelola Hotel Plago di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Potensi kehilangan ini diungkap Fraksi Golkar DPRD NTT dalam pandangan fraksi terhadap  Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD NTT, Selasa (8/6/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Pandangan Fraksi Golkar ini dibacakan  Juru bicara Fraksi Golkar, Drs. Gabriel Manek.

Menurut Fraksi Golkar, PHK antara Pemda NTT dengan PT SMI berujung pada pengambilalihan secara sepihak pengelolaan Hotel Plago di Labuan Bajo. PHK ini menurut temuan BPK tidak sesuai dengan Akta Perjanjian  Kerja sama Pemanfaatan dan Bangun Guna Serah (BGS) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

PHK ini, demikian pandangan Fraksi Golkar, membawa konsekuensi Pemda NTT kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1.020.000.000.

Selain kehilangan potensi PAD,  Pemda NTT juga berpotensi digugat secara hukum dan pada akhirnya Pemerintah Daerah akan mengalami kerugian yang lebih besar.

Pasalnya, aset Pemda NTT berupa tanah dan hotel di Labuan Bajo terlantar karena PT Flobamor tidak dapat menjalankan pengelolaan aset daerah tersebut,  karena Hak Guna Bangunan atas Hak Pengelolaan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih atas nama PT SIM.

“Oleh karena itu, Fraksi Partai Golkar menyarankan, sesuai rekomendasi BPK, agar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur segera mengambil langkah-langkah penyelesaian dengan PT SIM berdasarkan akta perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *