Dorong UMKM, Pemkab Manggarai Timur Gelar Pelatihan Tata Rias

  • Whatsapp

BORONG KABARNTT.CO—Pandemi Covid-19 memberi efek ke berbagai bidang kehidupan, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk mendorong berkembangnya pelaku UMKM, Dinas Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Manggarai Timur menggelar pelatihan tata rias.

Pelatihan selama tiga hari terhitung Kamis-Sabtu (16-18/9/2021), di Aula Kevikepan Borong dan  Hotel Gloria ini menampilkan tutor Shanty Wajong, pemilik “Salon Cinta” di Tenda, Ruteng, Manggarai.

Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Matim, Fransiskus P Sinta, dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini mengatakan bahwa lapangan pekerjaan yang semakin berkurang sekarang ini menuntut setiap orang untuk lebih kreatif dan inovatif serta mampu membaca peluang sesuai potensi diri dan kebutuhan pasaran susah, harus berpikir lebih luas dan berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Setiap orang harus menyadari potensi yang dimiliki, belajar lebih banyak untuk meningkatkan keterampilan sehingga bisa bersaing,” tegas Sinta.

Mendukung pelaku UMKM dan pelaku wirausaha, kata Sinta, merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemda Matim untuk mengurangi pengangguran.

“Pemkab Matim konsisten mendukung pelaku UMKM dan pelaku usaha berbagai pelatihan untuk berbagai bidang usaha, baik itu untuk meningkatkan keterampilan maupun pengelolaan dan manajemen usaha, telah dilakukan selama ini,” kata  Sinta.

“Pemerintah hadir sebagai pendorong UMKM dan membantu meningkatkan kesehjateraan masyarakat melalui peningkatan keterampilan,” tambah Sinta.

Sementara Shanty yang menjadi tutor kegiatan ini memberi motivasi bagi para peserta untuk bangkit melalui UMKM.

“Tidak semua orang bisa menjadi pegawai  yang berseragam dengan jam kerja teratur setiap hari. Tetapi semua orang memiliki bakat dan keterampilan yang bisa dikembangkan. Motivasi awal saya memutuskan untuk membuka usaha salon kecantikan adalah untuk mengembangkan bakat yang saya miliki dan juga menjadi bos untuk diri saya sendiri,” kata Shanty.

Kebutuhan akan kecantikan, kata Shanty, tidak ada habisnya, bahkan saat pandemi pun. Karena itu yang perlu dilakukan adalah konsisten menjaga kualitas dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan.

Instruktur yang mengambil kursus kecantikan di Jhony Andrean Salon di Surabaya ini juga menyampaikan bahwa perempuan juga bisa membantu memenuhi ekonomi keluarga dengan menggali potensi diri.

“Usaha salon kecantikan bisa membantu pemenuhan ekonomi keluarga. Kita bisa tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang ibu dan di`saat yang sama juga menghasilkan uang dari usaha salon. Karena usaha ini bisa dijalankan di rumah saja atau kita yang mendatangi pelanggan sesuai kebutuhan mereka,” tutur  Shanty.

Kepada para peserta, Shanty mengatakan, mereka sangat beruntung karena Pemkab Manggarai Timur menggelar pelatihan tata rias.

“Ibu-ibu beruntung karena Pemda Matim mengadakan kegiatan ini di Borong dan gratis pula, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk kursus dan membeli peralatan awal. Kesempatan ini harus dimaksimalkan. Kita sama-sama belajar untuk perempuan Matim yang lebih hebat dan berdaya,” tegas Shanty.

Felly Delos, salah seorang peserta pelatihan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Matim untuk perhatian yang diberikan kepada pelaku UMKM.

Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan untuk peningkatan kemampuan sehingga  bisa mengembangkan dan lebih percaya diri untuk bersaing dan berusaha.

“Sebagai perempuan, dengan pelatihan ini kami tidak lagi merasa dianaktirikan, karena selama ini biasanya pelatihan yang dilaksanakan adalah pertukangan, las dan lain-lain yang sepertinya hanya untuk laki- laki. Terima kasih juga kepada Pemda Matim dari Dinas Pedagangan, Koperasi dan UKM dan instruktur ibu kami ibu Shanty,” tutupnya. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *