Data Belum Lengkap, Nelayan Kota Kupang Terabaikan

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Para nelayan sepanjang pesisir pantai di Kota Kupang mengeluhkan bantuan seroja yang belum kunjung mereka dapat. Pemerintah beralasan, data kerusakan dan kerugian para nelayan belum lengkap.

Buntutnya, Komisi II DPRD Kota Kupang, Senin (19/4/2021), menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di ruang komisi dengan menghadirkan Dinas Perikanan Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Persoalan ini menjadi sangat serius ketika anggota Komisi ll, Zetyo Ratuarat, menanyakan data ril  para nelayan yang terdampak, apakah sudah didata secara detail ataukah hanya data sementara yang dibawa untuk mengelabui DPRD.

“Saya mau tanya, apakah data yang saya pegang ini adalah data riil yang diambil di lapangan secara detail, ataukah data ini belum beres? Karena apa, setelah saya baca data yang kalian kasih ini, ada nelayan yang tidak punya kapal, namun didata adalah pemilik kapal. Jangan konyol dan harus didata secara baik. Saya tidak mau bantuan ini salah sasaran dan kami yang akan dapat dampaknya kelak,”  protes Zetyo.

Zetyo juga meminta Pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini Dinas Perikanan Kota Kupang, agar segera menyajikan data yang benar dan riil di lapangan, sehingga nelayan segera mendapatkan bantuan.

“Kasian masyarakat nelayan, hanya karena data dan kesalahan dari Dinas, mereka belum mendapatkan bantuan, apalagi saat ini mereka harus memberi nafkah buat keluaga mereka. Saya minta dengan sangat agar sesegera mungkin datanya fiks dan nelayan mendapatkan halnya,” seru wakil rakyat dari Fraksi Partai Golkar ini.

Ketua Komisi ll DPRD Kota Kupang, Mukrianus Lay, juga meminta dengan sangat agar Dinas Perikanan Kota Kupang segera menyajikan data riil agar masyatakat cepat mendapatkan bantuan.

Bangkai-bangkai kapal yang menghalangi jalur kapal agar segera dibersihkan. Bangkai-bangkai kapal iut bukan cuma menghalangi jalur kapal, namun juga mengotori pesisir pantai.

“Saya mohon agar Dinas Perikanan secepatnya membersihkan bangkai-bamgkai kapal yang ada situ. Juga data-data nelayan yang belum didata segera didata, jangan menunggu karena ini sudah sangat lama pasca bencana. Kami berharap minggu depan sudah bersih dan data sudah riil,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, Orson Nawa, mengakui bahwa data yang ada dalam daftar belum final, namun hanya data sementara.

“Memang data ini belum final, banyak masyarakat yang belum kami data. Memang kami sudah turun, namum belum secara detail sehingga hari ini ada juga nelayan. Kita bersama-sama mendata agar segera rampung,” jelas Orson.

Orson mengatakan, bangkai kapal yang berserakan belum dibersihkan karena harus didata lebih dahulu.

“Kami bukan sengaja untuk mengabaikan bangkai-bangkai kapal yang menghalangi jalur kapal, namum memang kami harus data dan buat dokumentasi dulu baru dibersihkan.  Data ini untuk melengkapi data bantuan dari Kementrian,”  katanya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *