Covid Meningkat. Besok Pusat Perbelanjaan di Kupang Ditutup Sementara

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Akibat peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kupang yang semakin meningkat, Pemerintah Kota Kupang memutuskan menutup sementara pusat perbelanjaan skala besar (mall). Sementara supermarket dan pasar dibuka sampai pukul 20.00 Wita.

Keputusan ini dikemukakan  Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man,   usai rapat bersama seluruh jajaran Pemerintahan Kota Kupang, Senin (5/7/2021), di Ruang Garuda.

Bacaan Lainnya

“Rapat tadi kami mengatur dua hal. Yang pertama internal pemerintah dan ASN. Bagaimana mengatur yang Work From Home (WFH), bagaimana sif-sifan, bagaimana pelaksanaan vaksinasi internal ASN serta arahan-arahan kepada lurah, bagaimana peranan mereka dalam hal penerapan 5 M.  Anggaran yang tersedia untuk usaha mikro agar segera dicairkan karena kelurahan wajib membuat posko pengawasan Covid-19,” jelas Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man.

Yang kedua, sebutnya, adalah berkaitan dengan perpanjangan PPKM darurat. PPKM ini tidak beda jauh dengan yang lalu.  “Namun yang berbeda adalah pusat perbelanjaan (mall)  kita tutup, dan supermarket dan pasar beraktivitas sampai dengan pukul 20.00 malam. Semua restoran harus take away dan aturan lain tidak ada perubahan,” tandasnya.

“Karena baru diputuskan hari ini, jadi secara resmi diterapkan besok, Selasa 6 Juli 2021. Tutup ya tutup, terkecuali di situ ada restoran, tapi restorannya saja yang dibuka. Contoh seperti di kita di sini di dalam Loppo Plaza ada Pizza,  ya Pizza saja yang dibuka dan aturannya take away, namun kafe di dalam mall tetap ditutup,” imbuhnya.

Menurutnya,  pemberlakuan ini berlaku tanggal 6 Juli 2021 sampai dengan tanggal 21 Juli 2021.  Ini juga sekaligus mengantisipasi Hari Raya Idul Adha.

“Untuk Hari Raya Idul Adha nanti kami akan bahas, paling kurang tidak beda jauh dengan Sholat Idul Fitri yang lalu hanya dilakukan di masjid. Namun harus melihat kembali trend kasus yang terjadi, kalau meningkat ya kita himbau agar lebih ketat,” kata Herman Man.

Herman Man mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan UskupAgung Kupang dan Ketua Sinode GMIT. “Dan kami sepakat. Kalau yang di Katolik itu selama bulan Juli pemberkatan nikah di gereja itu ditunda. Sinode GMIT itu sampai tanggal 22 Juli, dan untuk Gereja yang lain saya sudah perintahkan Asisten 1 untuk menghubungi mereka untuk kesediaan serupa,” kata Herman Man.

“Syukur saja sampai dengan akhir Juli. Tadi Bapa Uskup sudah bersedia membuat edaran, namun ada beberap paroki itu yang sudah menjadwalkan pemberkatan nikah yang memang tidak bisa ditunda sehingga diberikan kelonggaran, namun tetap memperketat protokol Kesehatan. Hanya pemberkatan nikah saja, tidak ada pesta,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *