Sekda Kota Kupang Buka Muscab V Organda Kota Kupang

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E, M.Si, membuka Musyawarah Cabang V Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kupang, Jumat (4/9/2020).

Muscab yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang itu menghadirkan sejumlah pengusaha angkutan darat di Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, dalam sambutannya menyampaikan transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi suatu negara.

Oleh karena itu keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi harus ditunjang dengan pengembangan sistem transportasi yang baik, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Menurutnya, sistem jaringan transportasi dapat dilihat dari segi efektivitas, dalam artian keselamatan, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur,  lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, rendah polusi serta dari segi efisiensi dalam arti beban publik rendah dan utilitas tinggi dalam satu kesatuan jaringan sistem transportasi.

Fahrensy menambahkan, Pemerintah Kota Kupang saat ini dalam upaya mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Kupang tengah berbenah terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya transportasi.

Disadari saat ini, pelayanan di bidang transportasi masih perlu ditingkatkan untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat Kota Kupang, terutama mereka yang kesehariannya menjalankan usaha perdagangan yang menunjang jalannya roda perekonomian daerah ini.

Selain itu, kata Fahrensy, transportasi juga merupakan solusi yang menopang aktivitas sebagian masyarakat di sektor jasa, sektor yang mendominasi Kota Kupang.

Sedangkan di sektor pendidikan, transportasi darat juga teramat penting keberadaannya bagi anak-anak yang berkuliah maupun sekolah.

“Memperhatikan hal tersebut, maka Pemkot Kupang belum lama ini melaunching bus rapid trans sebagai moda transportasi baru di Kota Kupang yang melayani lima rute. Diharapkan dengan adanya BRT dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi darat yang relatif murah, cepat, aman serta nyaman bagi aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Mantan Kepala Bapenda Kabupaten Kupang itu menambahkan, Organda sebagai satu-satunya wadah organisasi pengusaha angkutan bermotor di jalan mempunyai peran penting dalam menunjang kelancaran roda perekonomian bangsa. Sebagai organisasi yang profesional dan independen, Organda diharapkan mampu mewujudkan transformasi bidang usaha angkutan transportasi darat guna meningkatkan usaha para anggota, serta mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sesuai visinya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang dan Organda penting untuk terus berkolaborasi dalam kemitraan demi mewujudkan visi dan misi keduanya.

“Kiranya melalui momentum Musyawarah Cabang  V Organda Kota Kupang ini, kemitraan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat terutama di bidang transportasi,” tambahnya.

Ketua DPD I Organda Provinsi NTT, Felix Pullu, yang turut hadir dalam acara pembukaan muscab tersebut menjelaskan Muscab Organda Kota Kupang adalah yang kelima di NTT. Sebelumnya Organda sudah menggelar muscab di 4 kabupaten yakni TTU, Sikka, Ende dan Manggarai Timur. Rencananya minggu depan akan digelar muscab juga di Kabupaten Alor, Lembata, Sumba dan Rote-Ndao.

Muscab kali ini, kata Felix, sengaja dilakukan secara terbatas tanpa melibatkan seluruh komponen untuk menghormati imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan penanganan covid 19.

Felix juga mewakili Organda meminta kesediaan Pemkot Kupang untuk menyerahkan tanggung jawab operasional dua dari lima BRT yang baru dilaunching beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gokar NTTitu, Organda sudah memiliki koperasi sendiri yang diberi nama Sarana Angkutan Rakyat (Sakura) yang bisa mengelola bus tersebut. Rencananya satu bus akan digunakan untuk transportasi dalam kota, satu unit lagi akan digunakan sebagai bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

Selain itu Felix juga menyuarakan sejumlah keluhan dari Organda seperti perlunya penerapan aturan kepada pengemudi transportasi online, izin operasi taksi di bandara El Tari Kupang serta kepastian regulasi tentang terminal yang ada di wilayah Kota Kupang.  (pkp_ans/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *