PT SMI Gandeng ANGIN Adakan Pelatihan Kewirausaan Bagi UMKM

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO—Sebagai salah satu program bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dengan fokus pengembangan UMKM, PT SMI bekerja sama dengan Angel Investment Network Indonesia Advisory (ANGIN Advisory), mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perempuan di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Pelatihan tersebut bertujuan agar mendukung pengembangan pengusaha menghadapi tantangan dalam menjalankan usahanya dengan mengedepankan semangat kolaborasi antarpelaku usaha yang berkelanjutan,” kata Saskia Tjokro, Direktur ANGIN Advisory, melalui rilis pers, Senin (23/11/2020) pagi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (19-20/11/2020), bertempat di Tree Top Restaurant, Eco Tree O’tel Labuan Bajo.

Saskia menerangkan, sebanyak 25 peserta perempuan UMKM hadir mengikuti kegiatan dan mengikuti pembelajaran materi yang dibagi empat sesi. Adapun keempat sesi tersebut mencakup topik pengembangan produk, penyelesaian masalah bisnis, pemasaran dan operasional usaha.

Pelatihan dilakukan secara dua arah dengan partisipasi aktif dari peserta melalui pelatihan praktek. “Dalam rangkaian kegiatan ini juga disisipkan pelatihan pemotretan produk sebagai bagian dari topik pemasaran,” ungkap Saskia.

Menurut Saskia, penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas oleh pemerintah pusat akan memicu peningkatan aktivitas UMKM yang dilihat sudah berkembang pesat di Labuan Bajo beberapa tahun belakangan. Oleh karena itu Kabupaten Manggarai Barat harus meningkatkan pemberdayaan ekonomi, khususnya melalui ekonomi kreatif.

Pemberdayaan pelaku UMKM yang sudah ada dipercaya PT SMI untuk harus dipersiapkan sebelum perkembangan infrastruktur selesai demi tidak tergerus dengan perubahan sosial dan ekonomi yang akan datang.

“Pelaku UMKM di Labuan Bajo harus bisa bersaing dengan destinasi wisata yang sudah ada dan berdekatan secara geografis, seperti Bali dan Lombok, dalam hal keunikan produk yang bisa menjadi representasi Labuan Bajo,” pungkasnya.

Ia berharap dengan pelatihan tersebut, pelaku UMKM akan bertambah kapasitasnya, baik hardskill maupun softskill, terutama dalam pengembangan bisnis yang dibutuhkan saat ini. Juga di masa depan saat gelombang wisatawan dan pendatang baru masuk ke Labuan Bajo.

Dikatakannya, pelatihan tersebut secara khusus ditujukan bagi pelaku usaha perempuan, karena pemberdayaan perempuan harus secara intensif, kontinyu, dan konsisten di Indonesia guna mencapai dampak sosial dan ekonomi yang maksimal.

Bermaksud untuk berkontribusi pada tatanan masyarakat yang adil gender, PT SMI dan ANGIN berafiliasi dengan satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UN Women, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dalam penyediaan modul pelatihan.

Sebanyak lima tokoh UMKM Indonesia juga dihadirkan dalam pelatihan secara virtual melalui video. Lima tokoh yang terlibat adalah Halida Hatta sebagai penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Julie Laiskodat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, Brahmantya Sakti sebagai pendiri dari UMKM bidang pariwisata Triptus.com, Maria Isabella, sebagai pendiri UMKM bidang produk turunan tenun Copa de Flores, Ridwan Hilmi sebagai Direktur Yayasan Bumi Insan Mandiri.

ANGIN mengirimkan Gregoria Mandias yang telah berpengalaman di berbagai pelatihan pengembangan UMKM khususnya wilayah timur Indonesia. Sarita Kinanti yang aktif dalam program kerjasama internasional di sektor industri maritim dengan badan afiliasi PBB, dan Rininta Bella yang aktif mengkaji sektor usaha sosial and tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia sebagai fasilitator pelatihan.

ANGIN Advisory merupakan sebuah institusi konsultansi dengan keahlian utama di sektor kewirausahaan, sebagai fasilitator. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *