Pemprov Bangun 500 Sumur Bor Bantu Petani di NTT

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT akan membangun 500 sumur bor di NTT untuk membantu mengatasi masalah air untuk lahan pertanian masyarakat.

Rencana ini diungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lucky Koli, kepada para wartawan di Media Center Kantor Gubernur NTT, Senin (31/8/2020).

Bacaan Lainnya

Koli didampingi  Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, dan Kabag Pers, Dokumentasi, Pengelolaan Pendapat Umum dan Perpustakaan, Diani Ledo.

Mengatasi kemelut air untuk lahan pertanian di NTT, kata Koli, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  NTT.

“Kita akan bangun sekitar  500 sumur bor. Polanya dalam bentuk bantuan sosial. Masyarakat sendiri yang akan buat sumur-sumur tersebut, tim teknis akan menilai kelayakan sumur tersebut. Selanjutnya, langsung dibayar untuk satu sumur sekitar 50 juta rupiah.  Sumur itu akan dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan serta usaha lainnya,” kata Koli.

Menurut Koli, dengan aneka bantuan untuk para petani di NTT, Pemprov NTT bertekad mengubah pola produksi pertanian. “Kita harapkan petani bisa mengubah pola produksi holtikultura. Menanam tanaman holtikultura seperti sayur , cabe, tomat dan lain sebagainya setiap bulan. Kita desain supaya setiap kabupaten/kota bisa memproduksi tanaman holtikultura  untuk setiap jenisnya di atas lahan sekitar 40 sampai 50 hektar sehingga suplai untuk pasar selalu tersedia sepanjang tahun. Nilai ekonomis  untuk masyarakat juga akan meningkat,” jelas Koli.

Mantan Kepala Bappelitbangda NTT ini  juga mengungkapkan kesulitan distribusi hasil pertanian dan perkebunan para petani. Keterlibatan swasta di sektor hilir, kata Koli, masih menjadi kendala dalam meningkatkan nilai ekonomi petani.

“Konsepnya kita akan bekerja sama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) agar bisa menjalankan fungsi colecting dan distribusi. Lembaga ini kan punya uang, modal usaha dan sumber daya sehingga bisa kerja sama dengan pihak ketiga atau melemparkan langsung ke pasar. Dengan demikian peran sektor pertanian akan tampak  dalam meningkatkan ekonomi masyarakat petani,” jelas Koli.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan  pola bertani masyarakat NTT yang masih tradisional akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi dengan mekanisasi dan program-program strategis. Terutama untuk wilayah-wilayah prioritas yang penduduk miskinnya masih tinggi.

“Kita tahu sektor pertanian ini merupakan salah satu sektor yang terus bertumbuh positif serta  memiliki sumbangsih besar untuk pertumbuhan ekonomi di masa-masa sulit seperti sekarang ini akibat pandemi Covid-19. Gubernur dan wakil gubernur sangat serius memajukan pertanian sebagai supply chain atau rantai pasok utama untuk sektor pariwisata dalam menjadikan para petani NTT sejahtera,” jelas Marius.

Sebelumnya dalam coffee morning dengan para wartawan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat pekan lalu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan komitmen Pemda NTT meningkatkan taraf hidup para petani NTT dengan menjadikan petani NTT sebagai pengusaha tani. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *