Panen Garam di Malaka, Gubernur NTT Ajak Warga Rajin Kerja

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mengajak warga masyarakat untuk giat belajar dan rajin bekerja.

Kepada para pengusaha khusus penambangan garam apabila ada pemerasan, atau pengajuan izin lambat, maka silahkan melapor ke dirinya. Ini karena sudah ada komitmen bahwa di NTT tidak boleh ada izin yang terlambat.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada yang namanya pemerasan bahkan penyuapan untuk minta memperlambat izin, itu tidak ada di NTT. Kalau ada maka segera laporkan gubernur dan kita proses sesuai aturan yang berlaku dan aturan tambahan dari gubernur yang sekarang ini,” tegas Gubenur Viktor dalam sambutannya saat panen garam industri di Desa Rabasahairain, Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Gubernur Viktor memastikan  saat ini hasil kerja para bupati dipantau langsung oleh presiden. Bahkan presiden berencana datang lagi ke NTT Desember 2020 nanti..

“Beliau sedang keker-keker kerja bagus atau tidak. Kalau tidak, datang presiden, Maka itu artinya kerja bagus. Kalau tidak datang Bapak Presiden maka itu artinya kerja tidak bagus. Dengar baik-baik, kalau kabupaten yang presiden datang terus maka itu pertanda bupatinya kerja tidak bagus. Kalau gubernur kekernya kecil tapi presiden kekernya besar,” kata Gubernur Viktor.

Gubernur mendorong warga untuk kerja secara serius agar Provinsi NTT menjadi lebih baik.

Penjabat Bupati Malaka, dr. Meserasi Ataupah, pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada investor PT Inti Daya Kencana (IDK) yang saat ini menanamkan investasinya di Malaka dalam usaha tambak garam industri.

Meserasi di hadapan Harry Kristanto, selaku Dirut PT IDK, Yos Harmen, Direktur Wilayah IV, BKPM serta Toni Tanduk, Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia, mengatakan, walaupun baru menjabat dua bulan tapi sangat mengagumi potensi yang ada di daerah ini.

Kadis Kesehatan NTT ini menilai walaupun Malaka belum genap berusia 10 tahun tetapi penataan program pembangunan dan pemerintahan sungguh luar biasa oleh Bupati definitif, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wakil Bupati almarhum Daniel Asa juga sekda dan jajarannya.

Terkait dengan panen garam, jelas Meserasi, seharusnya dipanen pada tahun 2019 namun karena kondisi alam yang belum mengizinkan sehingga baru bisa terlaksana pada tanggal 14 November 2020. (*/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *