Kelompok Ainan Craft Kembangkan Kerajinan Anyaman Lokal

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO—Keterampilan menganyam yang telah diturunkan dari generasi ke generasi menjadikan ibu-ibu dari Kelompok Anyam Ainan Craft, Desa Susulaku A, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari dengan memanfaatkan lontar sebagai ladang penghasil uang.

Pendiri Kelompok Anyam Ainan Craft, Maria Yohana Viany Banusu, kepada kabarntt.co, Sabtu (5/12/2020),  mengungkapkan bahwa  kelompok yang beranggotakan 25 ibu-ibu tersebut dibentuk atas inisiatif sendiri dan didorong dengan rasa ingin meningkatkan keterampilan lokal yang hampir punah.

Bacaan Lainnya

“Saya berterima kasih karena Kelompok Anyam Ainan Craft terbentuk berkat usaha saya bersama pendamping kelompok, ibu Selfiana Fio. Karena tujuan dari terbentuknya kelompok ini untuk meningkatkan keterampilan lokal, yaitu menganyam daerah, karena kita melihat yang sekarang ini kelompok yang terbentuk hanya tenun ikat,” jelas Viany.

Lulusan Politeknik Sandi Karsa Makassar ini menambahkan, kelompok ini dibentuk untuk membantu ibu-ibu dalam meningkatkan penghasilan ekonomi rumah tangga.

“Kita mau merangkul ibu-ibu dan mau meningkatkan penghasilan ekonomi mereka lewat menganyam sehingga ada penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Viany.

Membuat kerajinan anyaman lokal telah menjadi rutinitas  anggota Kelompok Ainan Craft seminggu sekali, yakni setiap hari Sabtu di lopo Kelompok Ainan Craft.

“Dalam satu kali pertemuan anggota kelompok biasanya menghasilkan sekitar 15-25 buah hasil kerajinan anyaman dalam berbagai bentuk.  Hasil anyaman berupa wadah serba guna (salah satu fungsinya bisa dijadikan pot bunga) hantaran adat yaitu dulang, keranjang, topi, nyiru, kabik, tas, keset, tenasak bertingkat (bisa dijadikan pohon natal mini, atau juga tempat menyimpan buah-buahan, tempat pensil, bakul, hiasan dinding,”  beber wanita lulusan jurusan kebidanan tersebut.

Terkait pemasaran,Viany mengatakan hasil kerajinan anyaman lokal sudah dijual keluar daerah.

“Setelah kami memposting produk yang ada, banyak klien yang berminat dan sudah memesan. Kami juga sudah mengirimkan beberapa produk ke provinsi, seperti di Kupang, Kefa maupun di Belu,” jelas viany.

Viany berharap agar anggota kelompok tetap semangat berkreasi membuat anyaman untuk  mampu bersaing di luar daerah.

“Semoga kelompok ini bisa berjalan dengan baik dan tetap konsisten dengan tujuan yang sama yaitu bisa menjual hasil produk anyaman ini sampai ke luar daerah,” harap Viany.

Elisabeth Nese, salah satu anggota kelompok mengungkapkan kegembiraannya terkait pembentukan kelompok anyaman tersebut.

“Kami orang tua mau supaya kelompok ini berjalan lancar saja. Kami ibu-ibu sangat senang karena kami bisa mengisi waktu kosong dengan kegiatan mengayam,” tutur Elisabeth. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *