Hadapi Musim Tanam Okmar, Pemerintah Distribusi Bibit ke Petani

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO–Menghadaoi musim tanam Oktober-Maret (Okmar) Dinas Pertanian Kabupaten Ende telah mendistribusikan sejumlah bibit ke para petani yang ada di daerah pedesaan.

Beberapa wilayah pedesaan sudah mulai menanam, sementara lainnya masih menunggu musim penghujan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexander, mengatakan hal ini saat ditemui di Kantor Bupati Ende, Kamis (19/11/2020).

Disebutkan Marianus, untuk musim tanam bagi para petani tidak dilakukan secara serentak, mengingat kondisi alam berbeda dan harus menunggu curah hujan.

“Musim tanam setiap wilayah berbeda, karena menunggu  musim hujan. Ada yang musim hujan sudah mulai, ada yang belum. Karena itu  ada yang sudah mulai tanam dan ada yang belum,” jelas Marianus.

Marianus mengatakan,  beberapa wilayah yang sudah menanam di antaranya di Kecamatan Kelimutu, sebagian Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Maurole bagian pegunungan, juga di Kotabaru.

Sementara bagian dataran dekat pantai hujan barusan mulai sehingga masih menunggu curah hujan yang stabil dan pas untuk dilakukan penanaman.

Marianus mengatakan, pihaknya  sudah melakukan pendistribusian benih jagung dan padi awal bulan September dan awal Oktober. Kurang lebih untuk bibit atau benih jagung sebanyak 2.000 ton.

Sementara itu pihaknya juga sudah menyalurkan benih padi yang diperuntukkan bagi setidaknya 2.500 hektar.

“Berapa ton yang kami distribusikan tinggal kita kalikan dengan 25 kilogram tiap hektar untuk 2.500 hekta,r” ujarnya sambil mengatakan, anggaran yang digunakan merupakan dana dari APBN.

Sementara itu berkaitan dengan program Propinsi Nusa Tenggara Timur yakni Tanam Jagung Panen Sapi, Marianus mengatakan tengah berjalan. Dari sebelumnya disiapkan lahan seluas 100 hektar namun kini sudah dikerjakan seluas 50 hektar.

Sebelumnya juga, kata Marianus, sudah diintervensi dengan anggaran APBN seluas 2.500 hektar.

“Kita sudah intervensi juga dengan anggaran APBN seluas 2.500 hektar dan ditambah dengan 100 hektar dari APBD provinsi, namun yang sekarang dikerjakan baru 50 hektar,” kata dia.

Program Tanam Jagung Panen Sapi, harap Marianus, bisa berjalan baik sehingga jika tidak ada halangan tiga bulan ke depannya atau pada bulan Maret awal sudah panen dan selanjutnya bisa membeli sapi.

“Petani yang menjalankan Program TJPS adalah mereka yang sama yang menerima bibit dari anggaran APBN. Karena itu diharapkan bisa terealisasi baik,” pungkasnya. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *